Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diselundupkan eks Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)


Kasus penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia membawa dampak pada kinerja maskapai pelat merah tersebut.

Selama sepekan kemarin, harga saham emiten dengan kode perdagangan GIAA itu turun cukup dalam seiring mengemukanya kasus yang melibatkan direksi Garuda tersebut.

Harga saham GIAA tercatat anjlok 56 poin atau 10,37 persen dari level Rp 540 pada Senin (2/12) menjadi Rp 484 per saham pada penutupan perdagangan akhir pekan (5/12). GIAA tercatat melemah secara berturut-turut sebesar 2,78 persen, 4,76 persen, 0,80 persen, dan 2,42 persen. Meski sepanjang tahun berjalan, saham GIAA memberikan return positif 62,42 persen.

Analis pasar modal Hans Kwee menuturkan, persoalan penyelundupan tentu memukul pergerakan saham GIAA. Terlebih, pasar langsung merespons hal itu dan terefleksi pada kinerja perdagangan GIAA di pasar saham. Namun, lanjut Hans, setiap keputusan yang diambil Kementerian BUMN selaku pemegang saham tentu harus diikuti, termasuk memecat orang-orang yang terlibat penyelundupan itu. ”Kalau kita lihat kan pemegang saham juga pemerintah, pemegang otoritas tertinggi tetap Kementerian BUMN. Dan kalau didepak mundur, ya dia harus terima aturan. RUPS pun akan memecat dia,” ujar Hans kepada Jawa Pos kemarin (8/12).

Namun, Hans memandang bahwa tekanan yang dihadapi saham GIAA tak akan berlangsung lama. Sebab, itu murni persoalan korporasi yang biasanya tak berlangsung dalam jangka waktu terlampau lama. Investor pun disebutnya masih akan optimistis pada kinerja keuangan GIAA. Terlebih, Kementerian BUMN selaku pemegang saham telah memberikan sinyal kuat bersih-bersih di tubuh maskapai itu. Pasar juga tentu merespons positif pencopotan para direktur yang terlibat praktik kotor tersebut.

Hans memprediksi Garuda akan tetap mencatat untung. Hal tersebut seiring dengan harga tiket maskapai full service itu yang masih dalam kisaran tinggi. ”Jadi, pasar akan lebih optimistis melihat prospek Garuda seiring pergantian direksi. Efek (tekanan saham) tidak long term kalau dikaitkan dengan permasalahan ini. Memang kita sendiri berpikir bahwa direksi adalah kepanjangan tangan pemegang saham. Jadi, ketika Pak Erick Thohir sudah tidak mau lagi memakai nama-nama direksi lama, ya keputusan itu harus diikuti,” paparnya.

Pemecatan Ari Ashkara dari posisi orang nomor satu di Garuda juga disambut baik oleh kalangan pengusaha. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengaku senang atas terkuaknya skandal penyelundupan yang berujung pada pemecatan itu. ”Terus terang kami dengan pergantian direksi Garuda ini, gembira banget,’’ ujar dia saat ditemui di Kemenko Perekonomian Jumat (6/12).

Kegembiraan Hariyadi bukan tanpa alasan. Menurut dia, Ari sering menghambat perusahaan swasta untuk mendistribusikan avtur karena dianggap sebagai kompetitor. Selain itu, harga tiket pesawat yang melambung tinggi disebut sebagai permasalahan yang paling utama. ”Kami sesalkan saja, kok ada upaya yang membuat kompetitif dipersulit. Dia (Ari Askhara) mendikte pasar, sampai Traveloka dipencet sama dia, itu enggak fair lah,” lanjutnya.

Dia mengatakan, kebijakan yang ditempuh Ari semasa menjabat justru membuat persaingan tak kompetitif. Ujung-ujungnya, masyarakat yang dirugikan. Bukan hanya harga jual tiket yang jadi melonjak, harga pengiriman barang melalui jasa kargo pun jadi mahal.

Seperti diketahui, harga tiket pesawat sempat meningkat sangat tinggi pada awal tahun. Hal tersebut berdampak pada tingkat hunian hotel yang ikut anjlok. ”Mudah-mudahan ini titik kita membenahi semuanya. Karena ini bicaranya tidak hanya pariwisata, tapi pertumbuhan ekonomi kita juga. Bayangkan, bukan hanya penumpang kena masalah, kargo pun kena,’’ katanya.

Upaya bersih-bersih Garuda Indonesia oleh menteri BUMN juga mendapat dukungan penuh dari mitranya di Komisi V DPR. Menurut Ketua Komisi V Lasarus, tindakan tegas memang harus diambil kepada siapa saja yang terlibat penyelundupan Harley-Davidson tersebut. Kendati demikian, politikus PDIP itu meminta pemerintah agar turut mengantisipasi imbas dari pemecatan seluruh direktur. Jangan sampai menyebabkan angkutan Natal dan tahun (Nataru) terganggu. Sebab, Garuda jadi salah satu maskapai yang cukup diandalkan. ”Kita berharap pemerintah mengantisipasi apa pun efek dari pergantian itu,” katanya.

Permasalahan manajemen Garuda Indonesia juga diyakini tidak berpengaruh pada operasional. Hal itu ditegaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti memastikan bahwa operasional penerbangan maskapai Garuda Indonesia tidak akan terganggu. ”Garuda sudah menunjuk key personnel yang menangani operasional penerbangan,” ujarnya. Polana memastikan Ditjen Hubud akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh badan usaha angkutan udara (BUAU). Hal itu sesuai dengan undang-undang yang berlaku untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

Garuda Angkut Ferrari

Belum usai kasus penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda, kini maskapai pelat merah itu dipusingkan tuduhan penyelundupan mobil Ferrari. Hal tersebut menyusul beredarnya informasi dan video di media sosial yang memperlihatkan Ferrari merah yang diangkut Garuda.

Menanggapi itu, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menjelaskan, Ferrari tersebut bukan barang selundupan seperti yang beredar di media sosial. Mobil tersebut merupakan barang kargo yang secara legal diangkut dari Jakarta dengan tujuan London Heathrow. Supercar itu diangkat pesawat Garuda Indonesia GA086 jenis B-777-300ER pada 9 Oktober 2018. ”Mobil Ferrari tersebut milik seseorang yang menggunakan jasa kargo Garuda Indonesia untuk pengiriman dari Jakarta ke London. Mobil tersebut juga telah melalui prosedur kepabeanan resmi,” ujar Ikhsan di Jakarta.

Menurut dia, lokasi pengambilan gambar adalah Bandara Heathrow, London. Video tersebut diambil ketika kargo berupa mobil Ferrari tersebut diturunkan dari pesawat. Ikhsan menjelaskan, tak hanya pernah mengangkut mobil, Garuda pernah membawa sejumlah barang bawaan lain. ”Garuda Indonesia juga pernah mengangkut panda dengan penanganan khusus dari Chengdu, China, ke Jakarta pada September 2017 lalu,” katanya.(jpc)

 

Loading...

You Might Also Like