Pemain dan pelatih Kalteng Putra Gomez de Olivera menemui supporter usai melakoni pertandingan di Stadion Tuah Pahoe. Tim Laskar Isen Mulang tinggal berharap keberuntungan untuk bisa bertahan di kompetisi kasta tertinggi. (DENAR/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Kekalahan saat menjamu Madura United dengan skor 1-4 membuat posisi Kalteng Putra kian terpuruk. Bahkan peluang untuk bertahan di Liga I kian sulit. Hal itu tentu memunculkan berbagai kekawatiran dan kesedihan khususnya para supporter dan masyarakat pecinta olahraga si kulit bundar, karena tidak dapat menyaksikan tim Laskar Isen Mulang di kompetisi tertinggi tanah air.

“Jika ini benar terjadi, maka tentu menjadi kesedihan buat semua. Kalteng Putra berada di titik akhir dan menanti keajaiban yang terjadi, untuk bisa bertahan,”kata perwakilan suporter Kalteng Mania Edi Sabana kepada Kalteng Pos, Sabtu (7/12).

Menurutnya peluang Kalteng Putra untuk bertatahsudah sangat kecil. Selain harus sapu bersih di sisa laga, Kalteng Putra juga harus menunggu hasil pertandingan tim lain.

“Setelah melihat hasil kemaren malawan Madura United sepertinya akan semakin sulit untuk kita. Semoga ada keajaiban supaya tidak sampai ke sana,”ungkap Edi Sabana lagi.

Menyikapi inseden yang terjadi usai pertandingan menghadapi Madura United di Stadion Tuah Pahoe, Jumat (6/12) dirinya mengungkapkan bahwa hal itu bentuk perhatian dan kekecewaan dari pendukung Kalteng Putra.

Terpisah perwakilan supporter Passus 1970 Bahri mengatakan pihaknya melihat kondisi Kalteng Putra sangat realistis. Sepertinya Laskar Isen Mulang tak bisa bertashan lagi di Liga I.

“Sebenarnya masih bisa bertahan di liga1. Tetapi setelah kekalahan dikandang secara telak kmrn, yang dikhawatirkan dan menjadi momok selama ini akhirnya terjadi,”ungkapnya.

Menurut Bahri, aksi spontan malam tadi (Jumat malam) merupakan bagian dari puncak kesedihan dan kekecewaan yang begitu berharap banyak tehadap Kalteng Putra untuk bisa meraih kemenangan.

“Walaupun saya pribadi sangat menyayangkan dan tidak membenarkan segala bentuk kekerasan atau sikap emosional yang berlebihan. Tetapi inilah wajah sepak bola kita yang sebenarnya saat ini,” bebernya.

Di sisi lain menurut Bahri, pihaknya melihat bobroknya penyelenggaraan liga dinegeri ini, mulai dari dugaan keterlibatan mafia untuk menyelamatkan masing-masing klub.

“Belum lagi adanya adanya dugaan permainan bandar judi yang mengatur skor pertandingan sehingga akhir-akhir ini, banyak hasil pertandingan yang sulit diterima baik dari sisi skor maupun mental pemain,”terangnya.

Namun apapun hasilnya, itulah yang terbaik untuk Kalteng Putra. Semoga kedepannya tim ini bisa lebih profesional dan solid tentu dengan penanganan dan  manajemen yang lebih baik.

“Yang lebih terpenting tentunya semoga Kalteng Putra masih dicintai dan terus didukung oleh seluruh masyarakat Kalteng. Itu harapan kami selaku supporter,”pungkasnya. (nue/ala)

Loading...

You Might Also Like