Pemain Timnas Indonesia U-23 Saddil Ramdani (kedua kiri) selebrasi bersama rekannya usai mencetak gol ke gawang Laos dalam laga Grup B SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Filipina, Kamis (5/12). Foto: ANTARA


Timnas Indonesia U-23 lolos ke final setelah menang 4-2 melawan Myanmar, pada Semifinal SEA Games 2019, di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, Sabtu (7/12) sore. 

Kemenangan tim berjuluk Garuda Muda itu harus melalui extra time atau perpanjangan waktu l, setelah ditahan imbang 2-2 oleh Myanmar pada waktu normal 2 x 45 menit.

Hasil itu tentu saja di luar ekpektasi karena Indonesia ingin kemenangan dalam laga di waktu normal. Memulai laga dengan langsung menekan, Indonesia nyaris mengubah skor saat menit kelima, setelah Osvaldo Haay lepas dan menyundul bola. Sayang, sundulannya masih melambung tipis di atas mistar.

Pemain Myanmar Aung kemudian membalas, melalui sepakan jarak jauhnya, tetapi bola masih menyamping. Peluang kembali didapatkan oleh Indonesia melalui Egy Maulana Vikri, tapi keputusannya yang lambat, membuat bola bisa dicuri oleh lawan.

Sampai turun minum, skor imbang 0-0 belum berubah. Kedua tim melakukan perubahan di babak kedua untuk mengubah jalannya laga.

Masuknya Sani Rizki dan keluarnya M Rafli, menjadikan Indonesia tampil trengginas. Menit ke-58, gol tercipta oleh Indonesia. 

Berawal dari penetrasi Egy, umpan cut back kemudian dilepaskan dan disambar dengan sepakan terukur Evan Dimas. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Indonesia.

Myanmar langsung merespon dengan berusaha melakukan tekanan balik. Menguasai pertandingan dan menyerang. Namun, pemain Indonesia berhasil menahannya dan justru bisa mencuri peluang.

Nyaris saja, gol kembali dicetak oleh Osvaldo Haay. Sayang, eksekusinya masih menyamping. Akhirnya memasuki menit ke-72, Indonesia mendapatkan keuntungan setelah Egy dilanggar. Bagas Adi yang melakukan free kick, mengarahkan bola ke kotak penalti. Egy yang tak terkawal mampu menyundulnya dengan sempurna, gol, 2-0.

Myanmar yang tak mau kalah tampil semakin ngotot dan terus memberikan tekanan yang besar. Terlebih, masuknya pemain senior seperti Aung Kaung Mann, menjadikan serangan mereka berbahaya.

Kaung Mann kemudian menghukum lini belakang Indonesia yang melakukan blunder. Bola umpan Zulfiandi diintersep pemain Myanmar, mereka lantas melakukan serengan cepat dan bola bisa disepak dengan mulus oleh Kaung yang tak terjaga. Skor 2-1,laga masuk menit ke-79.

Tak butuh waktu lama, semenit berselang, Indonesia kembali kecolongan. Kali ini Win Naing Tun yang menjebol gawang Nadeo. Setelah blunder menangkap bola terlepas, Win langsung menyambarnya dan membuat skor berubah 2-2. 

Skor itu  bertahan sampai waktu normal 2 x 45 menit berakhir. Karena tak ada pemenangan, laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2x15 menit. Di babak ini, Indonesia tampil luar biasa.

Seakan mendengar permintaan suporter untuk tampil ngotot, pemain mampu menekan Myanmar. Pada menit 103, Osvaldo Haay membuat skor berubah.

Indonesia unggul 3-2 setelah memanfaatkan umpan Asnawi Mangkualam. 

Indonesia seakan berada di atas angin karena bisa lebih tenang bermain. Sementara, Myanmar terlihat bermain terburu-buru.

Keasyikan menyerang, Myanamr kemudian kembali kecolongan setelah aksi Saddil mengirimkan bola crossing diterima Sani Rizki, Pemain yang juga anggota Polisi itu kemudian mengirimkan bola ke Evan diMs yang berdiri bebas dan dengan mudah menceploskan bola, mengubah skor menjadi 2-4. 

Menit ke-119 pemain Myanmar sempat dikartu merah, Aung Naing Win setelah mengganjal Osvaldo. Kondisi itu semakin mempermudah Indonesia mempertahankan keunggulan.

Indonesia U-23 menang 4-2 atas Myanmar dan lolos ke final SEA Games 2019. (dkk/jpnn)

Loading...

You Might Also Like