Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan semua pembantunya di Kabinet Indonesia Maju (KIM) dan jajaran di bawahnya bisa bekerja dengan cepat. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan semua pembantunya di Kabinet Indonesia Maju (KIM) dan jajaran di bawahnya bisa bekerja dengan cepat. Karena itu ia ingin memangkas jabatan eselon di Kementerian.

Jokowi juga menegaskan, di pemerintahan yang ia jalankan saat ini tidak boleh ada segala macam kelambatan. Mantan Wali Kota Solo itu menginginkan adanya percepatan dalam segala hal.

“Kita butuh kecepatan dalam bekerja, dalam memutuskan. Kita butuh kecepatan dalam bertindak di lapangan, karena perubahan-perubahan ini sudah sangat cepat,” ujar Jokowi di kompleks istana kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11).

Karena itu, Jokowi menginginkan adanya pemangkasan eselon untuk mempercepat birokrasi di setiap kementerian dan lembaga. Proses birokrasi yang cepat, sangat ia tekankan kepada jajaran kabinetnya kabinetnya.

“Kebutuhan sekarang ini adalah pemerintah yang fleksibel,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta tu juga menerangkan, birokrasi yang cepat dengan administrasi yang tidak berbelit-belit harus bisa segera diciptakan. Sehingga di pemerintahannya bisa tancap gas.

“Kalau birokrasi kita lebih cepat, tugas birokrasi jadi lebih ringan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan, pemangkasan jabatan eselon III-IV dilakukan agar pemerintah bisa lebih cepat bekerja dan mengambil keputusan. Menurut dia, perubahan menuntut pemerintah harus mampu memangkas birokrasi.

Namun, Jokowi menegaskan, pemerintah tidak akan memangkas pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya, kebijakan penghapusan eselon III-IV dilakukan untuk mempercepat proses birokrasi di daerah.

‎”Pemerintah akan terlebih dahulu memangkas jabatan eselon IV sebelum melanjutkan menghapus jabatan eselon III,” paparnya.(jpc)

 

Loading...

You Might Also Like