HARUS CEPAT: Denny Dcolo memberi instruksi kepada peserta workshop agar bisa memotret api dengna oke di Dapur Cerme pekan lalu. DIMAS MAULANA/JAWA POS


BAGI sebagian pencinta fotografi, api merupakan salah satu objek yang menarik untuk dieksplorasi. Fotografer Denny Dcolo buka-bukaan tentang teknik fotografi api dalam workshop yang berlangsung di Dapur Cerme pekan lalu. Menurut dia, ada beberapa peralatan yang harus disiapkan. Dia menggunakan kamera SLR dengan lensa Canon 40mm Pancake dan external flash. Dia lantas mengatur kameranya dengan setting ISO rendah. “Sekitar 200, lalu shutter speed-nya 1/60, aperture F22,” jelas anggota komunitas fotografi Unimaxx tersebut.

Menurut Denny, jika tidak punya kamera SLR, kamera HP juga bisa digunakan. Yang paling penting adalah memahami teknik pengambilan gambar. Dalam pengambilan gambar dengan menggunakan HP, dia menyarankan untuk memilih pengaturan manual. “ISO-nya pilih auto, jangan digunakan flash dari HP, pakai bantuan pencahayaan dari alat lain,” tuturnya.

Untuk membuat kobaran api, diperlukan beberapa batang korek api, lantas direkatkan menggunakan lilin atau malam. Lalu, ditancapkan di sebuah tatakan yang sejajar dengan dada. Bisa hanya sebuah korek atau lebih. Menurut Denny, jika ingin lebih estetik, tiga korek api bisa digabung dan direkatkan jadi satu.

“Ketika disulut, bisa meliuk dan mendekat satu sama lain. Itu bentuknya bisa lebih unik,” ujarnya. Agar tidak terkesan monoton, Denny biasanya menambahkan figurine atau mainan. Benda itu digunakan sebagai latar depan api. Dari situ, gambar yang dihasilkan bisa bercerita. Api dari korek api memang tidak bisa berlangsung lama. Mengambil gambarnya pun harus cepat agar pas. (jpc)

Loading...

You Might Also Like