Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri bersama Kapolsek Pahandut AKP Edia Sutaata, saat meminta beberapa keterangan dari FES.


PALANGKA RAYA - Mendapat informasi adanya penjualan HP ilegal yang mencurigakan, Anggota Polsek Pahandut dipimpin langsung Kapolsek AKP Edia Sutaata berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial FES (20) di Wisma Palm Home Stay, Jalan Anggrek, Palangka Raya. Siang ini (19/11/2019).

Menurut keterangan Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, Anggota mendapat informasi bahwa ada penjualan hp yang patut dicurigai, yaitu dengan menjual Smartphone bekas dengan harga miring dari harga aslinya. Polsek Pahandut yang menerima kabar tersebut langsung bergerak cepat menggrebek FES yang saat itu bersama beberapa temannya disalah satu kamar di Palm Home Stay.

"Kami Berhasil mengungkap transaksi HP yang patut dicurigai, dimana informasi yang kami dapat pelaku ini menjual hp secara ilegal," kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri.

Anggota Resmob Polsek Pahandut dipimpin oleh Kapolsek Pahandut AKP Edia Sutaata langsung membawa pelaku menuju Mapolsek Pahandut untuk dimintai keterangan.

Setelah diinterogasi, FES adalah warga Jalan Kunyit, Kelurahan Karang Dukuh, Kecamatan Belawang. Ia bertolak dari Banjarmasin untuk menjual HP hasil melakukan pembongkaran Outlet HP di Banjarmasin. Barang bukti yang diamankan yaitu tujuh buah Smartphone dari sembilan Smartphone yang ia ambil dari toko.

"Pelaku berasal dari Banjarmasin, kesini bertujuan untuk menjual barang curiannya setelah melakukan pembongkaran toko di Banjarmasin. Setelah kami interogasi FES mengaku mengambil sembilan HP, tetapi Anggota hanya menemukan tujuh buah saja, sisanya masih kami selidiki keberadaannya," bebernya.

Jaladri juga menuturkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Polres Banjarmasin dan membenarkan bahwa ada laporan mengenai pencurian konter HP yang menjarah beberapa Smarthphone yang ada di dalam toko.

"Kami sempat berkomunikasi dengan Polres Banjarmasin, bahwa memang ada pencurian dikonter HP. Saat ini pihak Polres Banjarmasin meluncur ke Palangka Raya guna menjemput pelaku untuk ditindak lanjuti," ucapnya.

FES juga mengaku bahwa ia sempat mengirim uang hasil penjualan HP untuk keluarga yang berada di Banjarmasin dan juga membeli narkoba jenis sabu dengan uang hasil penjualan tersebut.

"Pelaku mengaku uang hasil penjualan HP sebesar Rp1 juta dikirim ke keluarganya. Dan sebesar Rp 500 ribu ia pergunakan untuk membeli sabu dan biaya hidup selama di Palangka Raya beberapa hari ini," ujarnya.

Untuk sementara ini, pihak kepolisian masih memproses dan akan mendalami kasus apakah ada komplotan lain dalam kasus pencurian dan transaksi ilegal ini, serta melakukan tes urine untuk memastikan apakah pelaku menggunakan barang terlarang tersebut.

"Kasus masih didalami oleh kepolisian dan untuk penggunaan narkoba akan dilakukan tes urine," tegasnya. (ard)

Loading...

You Might Also Like