Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo ketika melihat kabakaran lahan yang terjadi di depan kantor bupati, Senin (18/11)


PULANG PISAU – Kendati status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pisau Pisau telah berakhir 9 Oktober lalu, namun ternyata Pulang Pisau belum sepenuhnya aman dari karhutla. Bahkan, kemarin lahan di depan kantor bupati berkobar. Kobaran api di lahan itu membuat jalan trans Kalimantan yang berada di sisi lahan tersebut sempat pekat terkena asap.

Pettugas pemadam kebakaran pun langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Tidak hanya petugas pemadam kebakaran, para pegawai di lingkungan Pemkab Pulang Pisau, TNI dan Polri tampak berjibaku memadamkan api.

Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo pun langsung turun ke lokasi. Edy mengaku, kemunculan api itu sudah terdeteksi pada Minggu malam (17/11) sekira pukul 22.30 WIB. “Sebaran api terus meluas hingga pagi ini (Kemarin, red),” kata Edy.

Untuk itu Edy menginstruksikan kepada seluruh kepala Perangkat Daerah (PD) untuk menugaskan pegawainya, baik ASN maupun tenaga kerja harian lepas (TKHL) turut memadamkan api. “Bawa peralatan pemadam kebakaran yang diperlukan untuk membantu pemadaman,” pinta Edy.

Bupati juga mengingatkan kepada semua pihak agar tidak terlena dengan ancaman karhutla. “Ancaman karhutla masih bisa terjadi. Terlebih saat ini cuaca masih cukup terik dan masih jarang turun hujan,” ungkap dia.

Edy juga meminta kepada masyarakat untuk terus waspada. “Kalau terjadi kebakaran lahan segera lakukan penanganan dan koordinasikan jika memerlukan bantuan. Kami harapkan agar segera dilakukan penanganan agar tidak meluas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Pulang Pisau Salahudin menegaskan, pihaknya terus memonitor kondisi karhutla. “Anggota kami terus melakukan piket dan selalu siaga,” kata Salahudin. (art/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like