Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo ketika membuka MTQ ke-9 tingkat Kabupaten Pulang Pisau di Kecamatan Banama Tingang, Jumat (15/11)


PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-9 tingkat Kabupaten Pulang Pisau tahun 2019, Jumat malam (15/11). Kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Banama Tingang.

Edy mengungkapkan, Alquran sejak diturunkan pertama kali oleh Allah SWT sudah menjadi pedoman mulia bagi umat Islam untuk keluar dari fase penuh kegelapan, fase dzulumat, fase jahiliah menuju fase nur, fase yang sangat terang.

Dia menambahkan, Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang yang hak dan yang batil. Bahkan Alquran menjadi sumber inspirasi bagi ulama dan akademisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akhirnya menghadirkan kemajuan bagi kehidupan manusia

“Karena itu saya mengajak semua untuk memandang MTQ bukan hanya sebagai sebuah acara rutin,  bukan hanya sebagai lomba menang kalah dalam seni membaca Alquran,” kata Edy.

Dia mengajak kepada semua umat muslim agar menjadikan MTQ sebagai suntikan energi bagi umat Islam di Pulang Pisau untuk membumikan Alquran dalam dunia nyata, membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim.

“Saat Alquran di acara MTQ ini dibaca oleh para qura dengan tajwid dan lagu yang merdu, marilah kita juga merenungkan dan memahami maknanya,” ucapnya.

“Bagaimana setelah itu kita menjalankan petunjuk dalam Alquran untuk memperkukuh akhlakul karimah, membangun kehidupan yang beragam, dan menerapkan ide-ide besar, ide-ide mulia dalam Al-quran untuk kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia,” tambah dia.

Edy mengharapkan, agar MTQ ke-9 tingkat kabupaten Pulang Pisau ini menjadi salah satu sumber kesejukan, menjadi sumber mata air melimpahnya ukhuwah, ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah.

“Hati kita seharusnya merasa damai setiap kali membaca Alquran, merasa tenteram setiap kali mendengarkan alunan ayat suci Alquran. Perasaan damai dan tenteram itu harus kita rawat, harus kita tularkan dalam kehidupan sehari-hari,” beber dia.

Edy mengaku percaya, dengan begitu tidak ada lagi yang namanya hoaks, yang namanya fitnah-memfitnah, caci-mencaci di antara sesama umat. Tidak ada lagi gesekan antarsesama saudara se-bangsa dan se-tanah air Indonesia, yang semua itu kadang terjadi hanya karena urusan kecil, hanya karena urusan beda pilihan politik, hanya karena ego.

“Kita harus ingat, bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, yang menjadi berkah bagi alam semesta, yang membawa kebaikan bagi umat dan bagi Indonesia,” tandasnya. (art/ram/nto)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like