Ketua DPRD Kalteng Wiyatno (memegang wayang) disaksikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K.Yunianto, anggota DPRD Provinsi Kalteng Tomy Irawan Diran, menyerahkan tokoh pewayangan kepada dalang sebelum dimulainya pagelaran wayang kulit di Sanggar Tresno Budoyo, Jumat malam (15/11).(FOTO : IST)


Bulan ini merupakan bulan peringatan wayang nasional. Pemerintah pun telah menetapkan setiap 7 November sebagai Hari Wayang Nasional. Kesenian ini merupakan aset bangsa yang harus terus dipelihara. Meskipun berasal dari Pulau Jawa, kesenian tersebut tak bisa dilupakan dan terus dilestarikan masyarakat Jawa yang tinggal di Bumi Tambun Bungai ini.

=============================

 

“WAYANGKU Jiwaku, Wayangku Pemersatu Negeriku” itulah tema peringatan hari wayang nasional tahun ini. Di Palangka Raya, kemeriahan acara kesenian suku Jawa itu dipusatkan di Sanggar Tresno Budoyo, Jalan Mahir Mahar Km 8, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Jumat malam (15/11).

Meski berada di derasnya arus modernisasi, namun para pencinta kesenian daerah terus berupaya melestarikan dan memperkenalkan kesenian kepada generasi muda sebagai generasi penerus.

 “Wayang adalah kesenian daerah yang sudah cukup lama dan alhamdulilah sampai saat ini masih terus dilestarikan. Kami juga tidak ingin nanti generasi muda hanya mendengar cerita soal wayang kulit tanpa pernah melihatnya secara langsung,” kata Ketua DPRD Provinsi Kalteng Wiyatno, di sela-sela pagelaran wayang kulit, Jumat malam (15/11).

Menurut politikus PDIP itu, penetapan Hari Wayang Nasional merupakan wadah yang pas untuk terus melestarikan budaya ini. “Harapan kami, pada setiap momentum itu pagelaran wayang kulit bisa ditampilkan. Ini juga sebagai komitmen kita untuk memelihara khazanah budaya bangsa,” ujarnya.

Wakil rakyat tersebut menginginkan agar generasi muda bisa mencintai kesenian tradisional yang telah diturunkan nenek moyang. “Banyak yang dapat kita petik dari cerita pewayangan. Sebab, di dalam lakon pewayangan banyak menggambarkan karakter manusia,” tutur Wiyatno yang saat itu hadir bersama H Achmad Diran dan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto.

Menurut Wiyatno, pagelaran wayang dengan sentuhan atau perpaduan kesenian kekinian bisa menyajikan tontonan yang mengasikan. “Dalam pagelaran wayang juga diselingi dengan lawakan atau tembang campur sari kekinian. Hal itu membuat suasana semakin segar tapi juga tidak mengurangi makna atau pesan yang disampaikan dalam pewayangan itu,” beber Wiyatno.

Wiyatno menekankan bahwa setiap kesenian mesti dilestarikan. Bukan hanya kesenian wayang, tapi juga kesenian lain. “Apalagi di Kalimantan Tengah ini banyak sekali masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki kesenian tradisional masing-masing. Kalau kita kemas sedemikian rupa, tentu akan menyajikan sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Misalnya, lanjut dia, dibuat semacam pekan festival budaya nusantara yang menampilkan berbagai kesenian dari berbagai daerah. “Jadi masyarakat atau wisatawan dapat menikmati berbagai macam kesenian nusantara dalam satu wadah. Keberagaman budaya daerah adalah aset kita yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Dia menambahkan, festival kesenian budaya nusantara bisa digelar secara bergiliran untuk menampilkan kesenian dari berbagai daerah. “Misalnya malam ini kesenian Dayak, besok Banjar, Jawa, Sunda, Batak dan lain-lain,” ujarnya.

Selain sebagai wadah untuk melestarikan kebudayaan daerah, lanjutnya, kegiatan seperti itu bisa menjadi sarana pengobat rindu kampung halaman bagi para perantau yang sudah lama meninggalkan daerahnya. (art/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like