Bupati Barsel H Eddy Raya Samsuri bersama Ketua TP PKK Barsel Hj Permanasari ketika menghadiri kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Barsel di GPU Jaro Pirarahan, Buntok belum lama ini. (JENERI/KALTENG POS)


BUNTOK - Dinas Pendidikan (Disdik) Barsel berupaya menghidupkan kesenian dan kebudayaan lokal. Diantaranya menggiatkan program muatan lokal di tingkat sekolah, juga merencanakan menyediakan buku sebagai pendukung literatur tenaga pengajar di lembaga pendidikan.

Kepala Disdik Barsel H Su’aib MAP kepada Kalteng Pos Rabu (13/11)  lalu mengatakan, pihaknya telah memiliki sumber literatur buku. Selain untuk sekolah, buku itu juga dibagikan ke sejumlah perpustakaan dan kantor kecamatan.

“Melalui buku, kita ingin memberikan kemudahan bagi generasi penerus pembangunan untuk mendapatkan referensi. Nantinya, kebudayaan seperti cerita rakyat, kebudayaan hingga kesenian bukan sebatas dipelajari dari mulut ke mulut,”katanya.

Menurutnya, kesenian dan kebudayaan berperan besar dalam pembangunan. Banyak terkandung pesan moral dan nilai positif yang dapat dijadikan contoh nyata. Seperti semangat gotong royong hingga musyawarah untuk mufakat.

Diakuinya,  kesadaran generasi muda terhadap kebudayaan dan kesenian daerah berjalan cukup baik. Hanya saja tanpa perhatian khusus, pihaknya khawatir budaya tersebut tercampur, bahkan tergerus oleh budaya asing dan modernisasi zaman, sehingga menjadikan anak muda bermentalitas kurang peka dan acuh terhadap lingkungan sosial.

Melalui buku, lanjutnya, kisah masyarakat, kesenian lokal hingga permainan rakyat terus dikenal dan hidup melalui tulisan. Pada akhirnya nanti bisa menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap budaya sendiri. (ner/ens)

Loading...

You Might Also Like