Para wartawan peserta Media Gathering Pertamina usia menikmati keindahan sunrise di Gunung Bromo, Minggu (10/11). (PERTAMINA UNTUK KALTENG POS)


Perjalanan media gathering hari pertama berakhir di Kampung Markisa. Selanjutnya, rombongan dari berbagai media di Kalimantan yang ikut ambil bagian dalam media gathering kali ini diarahkan menuju Haris Hotel Malang.

 

AZUBA, Palangka Raya

 

SESAMPAINYA di hotel itu, rombongan wartawan mengikuti workshop media gathering Pertamina. Yang yang menjadi narasumber kegiatan itu adalah Region Manager Communication & CSR Kalimantan Pertamina Marketing Operation Region VI, Heppy Wulansari.

Keesokan harinya, mental para wartawan diuji dengan mengikuti amazing race. Peserta kegiatan dibagi menjadi 10 tim, lalu diminta untuk mencari mobil Jeep yang sudah dipersiapkan.

Sesampai di lokasi TPA, game-game dalam lembar panduan diberikan sebelum menjelajahi jalur off road dengan menumpangi mobil jadul dengan torsi kuat menuju lokasi Ciliwung Camp, melewati jalan yang penuh tantangan.

Driver mobil yang penulis tumpangi, Jefta, tampak begitu lihai memainkan persneling dan kemudi. Meski mobil yang dikendarai keluaran tahun 1964, tenaga yang dihasilkan dari mesinnya tak bisa dianggap remeh. Jalan menanjak semi berbatu dilahap habis dengan dukungan roda bergigi khas mobil Jeep.

Setelah mengikuti kegiatan itu, sore harinya para wartawan berangkat menuju Kabupaten Batu. Pada kegiatan akhir ini, para wartawan diminta untuk berkumpul di halaman hotel pada pukul 01.00 waktu setempat, bersiap untuk perjalanan menuju Gunung Bromo. Masih menggunakan kendaraan yang sama, mobil Jeep.

Suhu udara saat itu serasa menusuk. Maklum penulis tak terbiasa dengan suhu dingin di pegunungan. Berbalutkan jaket tebal dan topi, rasa dingin itu sedikit ditaklukkan. Berdiri kukuh setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl), ternyata Gunung Bromo menyimpan keindahan alam yang begitu memesona. Salah satunya adalah pemandangan sunrise di balik gunung ini.

Untuk bisa menikmati momen itu, rombongan harus mendaki lagi ke puncak penanjakan yang merupakan lokasi terbaik untuk dapat melihat matahari terbit. Rasa lelah mendaki terbayar lunas saat menikmati keindahan sunrise yang menakjubkan. Saat matahari perlahan merangkak naik, suasana begitu tenang. Hanya terdengar bunyi jepretan kamera wartawan dan wisatawan yang memenuhi bukit cinta ini. Di situlah puncak media gathering bersama perusahaan pelat merah ini. Sampai ketemu lagi pada media gathering tahun depan ya. (*/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like