Dampak dari karhutla yang terjadi beberapa hari terakhir, kabut asap pun menyelimuti wilayah perkotaan Sukamara. (RUSLAN/KALTENG POS)


SUKAMARA – Meski kerap diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, namun tidak menjamin wilayah Kabupaten Sukamara bebas dari karhutla. Kebakaran lahan masih terpantau terjadi di sejumlah wilayah di antaranya dalam kota Sukamara.

Akibat kebakaran lahan di dalam kota tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sukamara diselimuti kabut asap tebal yang terjadi pada malam hingga pagi hari.

Kepala Satpol PP dan Damkar Sukamara Iwan Miraza mengatakan, sejak Rabu (6/11) sedikitnya ada 20 titik hotspot yang terpantau di Kabupaten Sukamara dengan wilayah terparah yang terjadi kebakaran di kawasan Kecamatan Pantai Lunci.

“Kemarin ada 20 titik hotspot yang terpantau satelit dan tersebar di Kabupaten Sukamara, untuk hari ini (Kemarin, red) belum diketahui karena memang titik hotspot tidak bisa dipastikan, karena terus berubah bahkan dalam hitungan jam bisa bertambah bisa juga berkurang,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media di kawasan Aula Kantor Bupati Sukamara, Kamis (7/11).

Pihaknya menduga ada unsur kesengajaan pada kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Sukamara, mengingat rentetan kejadian kebakaran lahan terus berulang meski sudah beberapa hari diguyur hujan.

Iwan menjelaskan, salah satu faktor terus meluasnya kebakaran dikarenakan cuaca panas yang terik ditambah dengan hembusan angin yang kencang, terlebih kebakaran yang terbanyak kerap terjadi di wilayah pantai seperti di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai.

“Meski demikian kebakaran yang terjadi di wilayah pantai lebih mudah ditangani karena terjadi di atas tanah mineral yang tidak mengadung tanah gambut,” pungkasnya. (lan/ami/nto)

Loading...

You Might Also Like