Ilustrasi. (foto: net)


KASONGAN – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mengisi jabatan enam kepala Perangkat Daerah dan satu staf ahli Bupati Katingan, oleh Pemkab Katingan melalui tim seleksi, kini telah selesai dilakukan. Hasil seleksi tersebut, kini telah diumumkan secara resmi oleh panitia.

Namun lelang jabatan yang dimulai sejak Oktober itu, malah jadi sorotan pesertanya sendiri. Sebab di pengumuman, hanya mencantumkan masing-masing tiga nama yang dinyatakan lulus tes. Sementara nilai hasil tes tersebut, tidak tercantum.

Menurut Ganti Yatman yang juga menjadi peserta dalam seleksi ini, peserta yang dinyatakan lulus jangan hanya namanya saja yang dicantumkan atau diumumkan, tapi disertai dengan nilainya. Begitu pula dengan nilai peserta yang tidak lulus atau tidak masuk di dalam peringkat I, II dan III.

“Sehingga, selain dapat diketahui kelemahan dan kekurangannya, bagi yang tidak masuk peringkat tersebut juga puas dengan hasilnya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/11).

Di sisi lain lanjutnya, kekurangan dan kelebihan peserta dapat diketahui dari nilai tersebut. Sehingga, jika peserta yang tidak lulus nanti bisa mengevaluasi kelemahannya masing-masing, dan kalau masih ada waktu, mereka akan mengikuti kembali dalam lelang JPT berikutnya.

"Tapi jika hanya dikatakan peringkat I adalah A, peringkat II adalah B dan peringkat III adalah C, berarti sama saja kurang transparan. Pertanyaan ini bukan saya tujukan kepada bupati atau pun individu, tapi saya tujukan kepada panitia seleksi yang menguji kami,” tegas mantan sekretaris KPU Kabupaten Katingan ini.

Di tempat terpisah Ketua Panitia Seleksi lelang JPT Nikodemus ketika dikonfirmasi mengarahkan untuk menemui Kepala Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Katingan Bambang Harianto. Sebab dirinya sedang berada di Tumbang Hiran, Kecamatan Marikit. Dari keterangan Bambang, memang benar pengumuman tanpa disertai nilai masing-masing peserta.

Dijelaskannya, panitia tidak mencantumkan nilai sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 15 tahun 2019 tentang pengisian JPT secara terbuka dan kompetitif di lingkungan instansi pemerintah. Pada poin tiga disebutkan, panitia seleksi menyampaikan peringkat nilai kepada pejabat pembina kepegawaian. Lalu pada poin empat, peringkat nilai yang disampaikan kepada pejabat pembina kepegawaian bersifat rahasia.

Atas dasar itulah jelas pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Katingan ini, panitia tidak mengumumkan atau mencantumkan nilai peserta. Bahkan lanjutnya, panitia seleksi juga selalu melaporkan setiap tahapan seleksi ke KASN melalui aplikasi.

"Jadi apa yang dilakukan mengacu kepada ketentuan yang telah ditetapkan didalam Peraturan MenPAN-RB RI. Kemudian jika tahapan selesai, bupati menerima hasil seleksi dari panitia dan selanjutnya memilih langsung di antara 3 orang yang dinyatakan lulus tes, untuk menduduki jabatan kepala PD. Namun sebelumnya tentu, bupati minta rekomendasi dulu dari KASN untuk dapat dilakukan pelantikan," tegas Bambang. (eri/ami)

Loading...

You Might Also Like