Ilustrasi. (foto: net)


PETUGAS gabungan penegak hukum internasional yakni dari Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, dan lainnya, mengungkap kasus pornografi anak terbesar. Petugas gabungan menangkap 337 orang dan menutup situs web pedofilia paling terkenal.

Mereka juga menyelematkan 23 anak kecil dari eksploitasi seksual yang sering direkam video oleh para pelaku, yang kemudian menjualnya itu di situs ‘Welcome to Video’ yang sekarang sudah ditutup. Situs web menjual video porno kepada pengguna menggunakan bitcoin, sehingga sangat sulit untuk dilacak.

Departemen Kehakiman AS mengungkap, sejak ‘Welcome to Video’ mulai beroperasi pada Juni 2015 hingga Maret 2018, situs web menerima setidaknya 420 mata uang bitcoin dengan nilai sekitar 370.000 dolar AS untuk lebih dari 7.300 transaksi.

Server yang telah menampung sekitar 250.000 video disita oleh polisi AS, Inggris, dan Korea Selatan pada 5 Maret 2018 dan operatornya, Son Jong Woo (23), ditangkap dan kini ditahan. Sejak penangkapan Son, ratusan pengguna dari 12 negara telah terlacak dan ditangkap.

Pada Rabu (16/10), otoritas AS mengajukan dakwaan terhadap Son serta mengumumkan penyitaan rekening bitcoin milik 24 orang di lima negara yang digunakan untuk mendanai situs web serta mempromosikan eksploitasi seksual anak-anak.

Departemen Kehakiman menyatakan, situs web ini merupakan penampungan eksploitasi seksual anak terbesar berdasarkan volume konten, sampai saat ditutup. AS telah menyelidiki 92 orang dalam kasus ini, sebagian besar telah divonis.

“Ini merupakan pertama kali penegak hukum mendapati penggunaan cryptocurrency dalam pornografi anak yang dijual. Situs web ini menampung lebih dari seperempat juta video dan 1 juta lebih file telah diunduh,” kata pengacara AS, Jessie Liu, dikutip dari AFP, Kamis (17/10).

Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) menyatakan, kerja sama antara lembaga penegak hukum internasional ini dimulai setelah otoritas Inggris menyelidiki seorang ilmuwan, Matthew Falder, terkait tuduhan pelanggaran seksual anak-anak.

Falder dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada 2017 setelah mengakui 137 tuduhan pelecehan secara online, , bahkan pelecehan terhadap seorang bayi.

“Situs web tersebut memonetisasi pelecehan seksual terhadap anak-anak dan merupakan salah satu yang pertama menawarkan video memuakkan untuk dijual menggunakan bitcoin cryptocurrency,” kata NCA, dalam pernyataannya. (der/afp/fin/kpc)

Loading...

You Might Also Like