Direktur PDAM Kota Palangka Raya, Budi Harjono ketika menghadiri acara Program Talkshow di Kalteng Pos, Sabtu (5/10) lalu. (BUDIPRAS/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palangka Raya tetap fokus pada peningkatan kualitas air bersih. Salah satunya adalah dengan mendapatkan bahan baku air yang berkualitas. Karena, tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal ini diungkapkan, Direktur PDAM Kota Palangka Raya, Budi Harjono ketika menghadiri acara Program Talkshow yang digelar di Gedung Biru Kalteng Pos, Sabtu (5/10) lalu.

“Kami terus berupaya melakukan peningkatan kualitas layanan, produksi air hingga perbaikan sarana dan prasarana. Karena, kami ingin memberikan yang terbaik kepada pelanggan PDAM di Kota Palangka Raya,” ungkap pria yang hobi fotografi ini.

Diakui Budi, dalam upayanya memberikan pelayanan maksimal, ada beberapa kendala yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) di PDAM itu sendiri.

“Untuk kekurangan sarana prasarana, kita akan coba menambahnya. Tentunya dengan keterbatasan yang ada. Termasuk juga penanganan masalah kebocoran pipa PDAM yang masih terjadi,” ungkapnya.

Dikatakannya, jika kualitas pelayanan sudah baik, tentu kita akan mudah melakukan penertiban terhadap pelanggan PDAM. Karena, untuk saat ini tunggakan pelanggan PDAM cukup tinggi, yaitu mencapai Rp14 miliar.

“ Setelah masalah kualitas selesai, fokus selanjutnya adalah penertiban pelanggan. Jadi mereka tidak beralasan, tak mau bayar, karena kualitas air kurang baik,” ungkapnya.

Diakhir dialog, Budi menjelaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar seluruh makhluk hidup. Maka, dengan terus menjaga kualitas air bersih, tentunya akan meningkatkan kesehatan dan kwalitas masyarakat itu sendiri. Mereka akan sehat, mereka dapat beraktifitas dengan baik dan terhindar dari masalah-masalah kesehatan yang timbul akibat buruknya kualitas air.

Dia juga mengingatkan, dengan masih banyaknya masyarakat yang menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Menurut Budi, adanya bakteri E Coli dan tingginya kandungan Fe (besi) di air tanah tentu sangat membahayakan masyakat itu sendiri. (bud/nto)

You Might Also Like