RUSELITA


PALANGKA RAYA- Kenaikan harga gas elpiji tiga kilogram yang mencapai angka Rp35.000 pertabungnya di pasaran menjadi permasalahan dan keluhan di masyarakat, serta mendapat perhatian dari kalangan dewan.

Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya Ruselita mengatakan agar Dinas Perisdustrian dan Perdagangan (Disperindag), untuk turun lapangan guna meninjau dan mengecek harga gas elpiji subsidi tersebut di pasaran.

Menurutnya, naiknya harga gas elpiji tersebut hanya terjadi pada tingkat pengecer saja. Sedangkan pada pangkalan, harga masih relatif normal yakni diangka Rp17.500 sampai Rp 20.000. Sehingga itu menjadi tugas teknis untuk mengawasi dan mengecek harga yang dirasa tidak wajar.

“Saya sudah cek tadi di daerah saya Km 9 Tjilik Riwut harganya normal saja. Bisa saja yang menaikan harga itu hanya di tingkat eceran. Agar Disperindag bisa melakukan peninjauan terjun ke lapangan,” kata Ruselita, Senin (7/10).

Politikus Partai Perindo ini menegaskan, pentingnya gas subsidi ini untuk masyarakat, maka harus ada tindakan cepat yang dilakukan dinas terkait guna menstabilkan harga agar tidak menimbulkan keresahan dan merugikan masyarakat kecil yang sangat membutuhkan gas subsidi itu.

Selain itupun, Ruselita mengingatkan para pangkalan atau agen gas agat tidak berbuat nakal atau melakukan perbuatan melanggar hukum. “Untuk pangkalan dan agen jangan sampai bermain dengan harga. Namun harga dapat sesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET),” pungkasnya. (ari)

You Might Also Like