Bupati Katingan Sakariyas ketika menyerahkan piala bergilir kepada Ketua Panitia Rudi Hartono pada pembukaan FSQ IV tingkat Kabupaten Katingan, Jumat (4/10)


KASONGAN–Pertumbuhan dan perkembangan Islam di Kabupaten Katingan selalu mendapatkan perhatian dan apresiasi positif dari Pemerintah Kabupaten (pemkab) Katingan. Untuk itulah, Bupati Katingan Sakariyas mengatakan umat Islam diharapkan mampu memainkan peran penting bagi kemajuan pembangunan dan pemerintahan di Kabupaten Katingan.

Hal ini disampaikannya ketika membuka kegiatan Festival Seni Qasidah (FSQ) IV tingkat Kabupaten Katingan di Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Jumat malam (4/10).

Umat Islam, kata bupati, juga harus mampu membangun dan mempertahankan citra Islam yang baik, Islam yang mampu memberikan kontribusi kepada kehidupan masyarakat, mampu menawarkan solusi pada berbagai permasalahan.

Tidak kalah pentingnya lagi, Islam harus mampu mengayomi perbedaan yang ada di bumi penyang hinje simpei. “Kita semua tahu, bahwa  Islam itu damai, Islam itu teduh, Islam itu cinta keadilan, Islam itu menjauhi kekerasan, dan Islam itu selalu menganjurkan persatuan, serta menjauhi permusuhan, ” kata Sakariyas.

Oleh sebab itulah, sebagai kepala daerah, pada momentum FSQ ini dirinya mengajak para seniman muslim, untuk terus mengembangkan seni qasidah. Sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis.

“Mari tunjukkan generasi Islam yang damai, ramah dan toleran. Yang selalu membangun kebersamaan, untuk mengatasi berbagai persoalan, dengan cara-cara yang sungguh islami,” ujarnya.

Selanjutnya, berkaitan dengan kegiatan FSQ ini, dia berharap dijadikan sebagai salah satu media untuk menyebarkan syiar Islami yang menjadi kewajiban bagi umat Islam, untuk menyaring derasnya arus perubahan sosial dan budaya dewasa ini.

“Kepada para kafilah dari 13 kecamatan, saya ucapkan selamat mengikuti pertandingan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, dalam upaya menyebarkan syiar Islam,” ucap politikus PDI Perjuangan ini.

Dia juga berharap, karena ajang ini akan dilanjutkan kepada tingkat Provinsi Kalteng, maka kegiatan ini betul-betul dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga nanti dapat menghasilkan juara terbaik yang akan mewakili Kabupaten Katingan pada ajang tingkat Kalteng.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Lasqi Kabupaten Katingan Endang Susilawati menyampaikan kegiatan festival ini merupakan salah satu program pokok DPD Lasqi Kabupten Katingan. Dia berharap melalui kegiatan ini, dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan seni qasidah di Kabupaten Katingan.

Kemudian kegiatan ini, ujarnya, untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan terlestarinya kreasi seni budaya pesisir, yang berkolaborasi dengan seni budaya daerah. “Kegiatan ini juga, bagian dari turut serta menunjang program pemerintah di bidang seni budaya dari pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan moral bangsa, agama, dan Negara,” ujarnya.

Sekedar diketahui, kegiatan FSQ ini berlangsung sejak tanggal 3-8 Oktober 2018 di Tumbang Samba yang dipusatkan di lapangan sepak bola Batu Munduk Tumbang Samba. Kegiatan diikuti peserta atau kafilah dari 13 kecamatan dengan jumlah peserta 430 orang.

Cabang lomba yang dipertandingkan ada tujuh, diantaranya qasidah klasik remaja putra dan putri, senin hadrah, bintang vokalis anak putra putri, seni fashion islami benang bintik dan cabang lomba lain.(eri/ila/ctk/nto)

You Might Also Like