Kasi Intel Kejari Kota Palangka Raya Mahdi Suryanto dan timnya menunjukan barang bukti yang diamankan berupa mesin pompa dan selang yang masih tersegel rapi belum pernah digunakan. (FOTO : ARJONI/KPC)


PALANGKA RAYA - Dugaan kasus korupsi pembuatan sumur bor, dalam rangka antisipasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2018 terus didalami Kejaksaan Negeri Palangka Raya. Setidaknya, dua saksi telah diperiksa oleh penyidik Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Kota Palangka Raya.

Selain berkas dan alat bukti berupa mesin pompa air, selang dan kelengkapan lainnya, penyidik Kejari kota Palangka Raya juga menyita dua buah handphone milik pihak yang bertanggung jawab. "Tim kami telah amankan beberapa alat bukti terkait dugaan kasus korupsi pembuatan sumur bor untuk antisipasi karhutla ini. Kami juga telah periksa dua orang dan juga mengamankan dua Hp," kata Kajari Palangka Raya Zet Tudung Allo melalui Kasi Intel Mahdi Suryanto.

Dia mengatakan, pengamanan barang bukti tersebut dilakukan untuk penyelidikan lebih lanjut. "Barang bukti yang kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Terutama Hp dan berkas penting dalam pembangunan sumur bor tersebut," ucapnya.

Indikasi korupsi dalam pembuatan sumur bor sudah ada. Untuk itu, Kejari Palangka Raya menurunkan tim untuk melakukan penggeledahan di tiga tempat, yakni kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng, kantor Tim Restorasi Gambut Daerah, dan kantor Kelurahan Bukit Tunggal Palangka Raya.

"Dua orang yang diperiksa masih berstatus saksi dalam kasus dugaan korupsi sumur bor tersebut. Tapi ini terus kami dalami, siapa nanti yang bertanggung jawab dalam kasus ini," pungkasnya. (arj/OL)

Loading...

You Might Also Like