Rekayasa cuaca yang dilakukan BPPT berhasil membuat hujan mengguyuri sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya. (DENAR/KALTENG POS)


PROSES mempercepat turunnya hujan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) berhasil. Penyemaian 2,4 ton zat higroskopis atau seperti garam dapur (NaCl) dan CaCl2 pada awan kumulus, menghasilkan hujan dengan intensitas sedang. Kurang lebih 30 menit atau setengah jam, hujan membasahi beberapa lokasi di Kota Palangka Raya, Jumat sore (20/9).

Koordinator Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Perwakilan Kalteng, Fikri Nur Muhammad menyebut, pihaknya dibantu TNI AU kembali melakukan TMC. Proses penyemaian menggunakan pesawat CN-295 AU itu, dilaksanakan pada Jumat (20/9). Area yang dilakukan semai meliputi Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan, dan Palangka Raya.

“Kami telah menaburkan 2,4 ton garam NaCl di awan kumulus dengan top awan mencapai 15.000 feet,” katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut telah terjadi hujan di sebagain wilayah Pulpis, Kapuas, dan Kota Palangka Raya. Di wilayah Palangka Raya, hujan membasahi wilayah Kecamatan Pahandut, khususnya di sekitar Bandara Tjilik Riwut. Berdasarkan pantauan lapangan koran ini, hujan juga turun di wilayah Jekan Raya, seperti di kawasan Bundaran Besar dan Jalan Yos Sudarso. 

“Kami tidak bisa menyebutkan bahwa hujan ini karena TMC, karena sebelumnya memang kami memprediksi akan terjadi hujan. Akan tetapi perlu diakui bahwa kegiatan TMC ini salah satu pendukung mempercepat turunnya hujan,” ungkap prakirawan BMKG, Cindy.(abw/ce/ala) 

Loading...

You Might Also Like