H. Khairil Anwar saat menyampaikan khutbah pada salat istisqa di halaman Kantor Gubernur Kalteng.


PALANGKA RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang makin memburuk juga menjadi perhatian ulama Kalteng. Sebab, kabut asap akibat karhutla makin parah dan kondisi cuaca sangat berbahaya.

Dua ulama Kalteng, yakni Ketua MUI Kalteng KH Anwar Isa dan Rektor IAIN Palangka Raya KH Khairil Anwar bertindak sebagai imam dan khatib salat istisqa atau minta hujan di halaman Kantor Gubernur Kalteng. KH Anwar Isa saat mengimami membacakan surah Suurah Al A'la di rakaat pertama dan surah Asy Syams di rakaat kedua.

Sementara Khatib KH Anwar Isa meminta, umat mulsim bertaubat dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sebab, tidak ada satupun manusia yang lepas dari kesalahan dan kekhilafan.

"Bencana Karhutla ini menjadi perhatian kita bersama. Banyak dampak yang ditimbulkan, karena itu saya mengajak kita semua untuk berserah diri dan bertaubat kepada Allah," ucap KH Khairil Anwar.

Dia mengatakan, segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi karhutla di Kalteng. Namun, kondisi asap belum juga normal, sehingga sebagai umat beragama upaya yang juga harus dilakukan adalah meminta kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

"Kita sebagai umat beragama ada dua cara dalam kehidupan, yakni berusaha dan bedoa. Usaha telah kita lakukan secara maksimal, sekarang kita meminta kepada Allah agar musibah karhutla yang terjadi di Kalteng bisa cepat teratasi dan kembali seperti semula ," ujarnya.

KH Khairil Anwar juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pengrusakan, terutama membakar hutan dan lahan. Selain itu, beliau juga meminta agar masyarakat menjaga lingkungan.

"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai kita melakukan pengrusakan lingkungan, karena dampaknya akan menimpa kita sendiri," ucapnya. (arj/OL)

Loading...

You Might Also Like