Aksi ratusan mahasiswa UPR yang digelar Selasa (17/9/2019)


PALANGKA RAYA – Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa di Kota Palangka Raya, terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendapatkan perhatian warga khususnya awak media. 

Bagaimana tidak, bukan hanya menyampaikan aspirasi untuk penanganan yang telah dilakukan pemerintah saat ini karena dampaknya sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga mengeluarkan komentar yang sangat kontrovesi ataupun mencederai profesi wartawan.

Hal tersebut pun mendapatkan perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Kalteng Ina Prayawati. Politikus PDIP tersebut sangat menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan karena melakukan aksi di luar konteks.

Apalagi aksi tersebut tidak dimanfaatkan untuk menyuarakan aspirasi kepada pejabat negara. Bahkan menyuarakan aspirasi di luar konteks yang cukup memojokan orang lain. “Saya sebagai wakil rakyat berharap agar para mahasiswa menyampaikan aspirasi, jangan sampai ada aksi lain yang akan merugikan mereka sendiri,” ungkapnya kepada Kalteng Pos, Rabu (18/9).

Dengan demikian, artinya para mahasiswa tidak murni menyampaikan aspirasi agar disuarakan. Tetapi malah menjelekan orang lain ataupun lembaga lain seperti media masa. “Kami berharap para mahasiswa tidak menjelekkan profesi manapun atau orang lain. Karena akan memperkeruh suasana. Hendaknya untuk tetap menjaga situasi dan kondusifitas di Kalteng,” tegas Ina.

Jelasnya, langkah yang perlu diambil adalah perlu untuk duduk bersama membicarakan agar dapat mencari jalan keluar. Bukan saling menjatuhkan dan bahkan merugikan semua pihak. “Kami sangat menyayangkan aksi tersebut tidak dilakukan sesuai dengan tujuan awalnya yaitu menyuarakan aspirasi,” tukasnya dengan nada optimistis. (nue/ari/ctk/nto)

Loading...

You Might Also Like