Pelatih kepala tim USA, Gregg Popovich berjabat tangan dengan pemain Serbia, Nikola Milutinov selama Piala Dunia FIBA ??2019, (12/9) lalu di Dongguan Basketball Center di Dongguan, Cina. (JESSE D. GARRABRANT/NBAE VIA GETTY IMAGES/AFP)


BEIJING-Finis di posisi ketujuh Piala Dunia FIBA 2019 Tiongkok membuat Team USA tercatat mendapat hasil terburuk sepanjang keikutsertaan mereka di event mayor internasional. Untung, masih ada satu hasil positif yang mereka bawa pulang. Yakni tiket langsung menuju Olimpaide 2020 Tokyo.

Setelah Piala Dunia FIBA 2019 berakhir pada Minggu (15/9) delapan negara memang sudah tercatat lolos ke Tokyo tahun depan. Mereka adalah Nigeria, Argentina, Amerika Serikat (AS), Iran, Prancis, Spanyol, serta Australia. Satu lagi adalah Jepang yang akan bertindak sebagai host. Sementara itu, empat tiket lain masih akan diperebutkan 24 negara yang bakal bertarung di ajang kualifikasi pada 6-12 Juli 2020 mendatang.

Bagi team USA, finis di posisi ketujuh Piala Dunia FIBA membuat mereka pulang dengan kepala tertunduk. Kritikan-kritikan pedas mulai muncul. Namun, pelatih mereka Gregg Popovich langsung pasang badan.

Dia menyebut tidak ada yang pantas untuk disalahkan untuk menyikapi hasil buruk ini. Coach Pop-panggilan akrab Popovich mengatakan, orang-orang yang menyebut Team USA sudah seharusnya mendapat medali emas adalah orang-orang arogan dan tidak menghormati para kontestan lain di ajang ini.

“Ada yang ingin membuat kami malu gara-gara tidak mampu membawa pulang medali emas. Itu adalah sikap yang menjijikkan,” ucap pelatih 70 tahun tersebut kepada ESPN.

Dia memastikan seluruh anak asuhnya sudah berjuang sekuat tenaga. Coach Pop juga menyinggung tidak seharusnya media terus mengungkit pemain-pemain yang lebih pantas berada di Team USA dibanding nama-nama yang ada dalam roster saat ini.

“Apa yang harus dilakukan Team USA selanjutnya? Jawabannya adalah terus melangkah dan bekerja keras,” ucapnya. “Kamu harus tetap melakukan yang terbaik dengan siapapun yang datang. Itu saja,” tambah pelatih San Antonio Spurs tersebut.

Komentar lebih tegas diucapkan Managing Director Team USA Jerry Colangelo. Dalam wawancara dengan AP pasca Team USA kalah dari Prancis di perempat final, secara tersirat dia menyebut pemain yang ada di timnya saat ini lebih terhormat dibanding pemain-pemain lain yang menolak undangan bergabung dengan berbagai alasan.

 “Kamu akan selalu ingat dan mencatat siapa-siapa yang berangkat berperang bersamamu dan siapa-siapa yang menolak ikut,” ucapnya.

Di lain sisi, beberapa bintang NBA sudah menyatakan siap bergabung dengan Team USA jika dibutuhkan untuk Olimpiade Tokyo 2020. Salah satu yang sudah mengajukan diri adalah power forward Golden State Warriors, Draymond Green.

Green menyebut penolakan yang dilakukan oleh beberapa bintang NBA untuk tampil di Piala Dunai FIBA kali ini hanya masalah jadwal yang tidak sinkron. Dia merasa perhelatan tersebut masih telalu mepet dengan berakhirnya kompetisi NBA.”Aku rasa akan ada banyak pemain baru yang bergabung untuk Olimpiade. Dan aku ingin menjadi satu di antaranya,” ucap Green. (irr/jpg)

You Might Also Like