Direktur PT Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun menerima cendera mata dari GM PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng Sudirman, di ruang rapat Gedung Biru, kemarin sore (17/9). (DENAR/KALTENG POS)


Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya menerangi seluruh penjuru negeri ini. Perusahaan pelat merah itu menginginkan agar semua wilayah dapat teraliri energi listrik. Pembangkit baru pun dibangun, guna mendukung pemenuhan daya listrik. Di Kalteng, sebagian pembangkit listrik sudah rampung dibangun. Sebagian lagi hampir selesai prosesnya. Energi listrik dinilai tercukupi dan surplus untuk pemenuhan kebutuhan di Kalteng.

HUSRIN A LATIF, Palangka Raya

SELASA (17/9) sekitar pukul 17.00 WIB, jajaran manajemen PLN Kalselteng melakukan beberapa kegiatan di Palangka Raya. Mulai dari menyerahkan 5.000 lembar masker kepada Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng untuk dibagikan kepada masyarakat, hingga melakukan kunjungan ke beberapa mitra kerja, seperti Polda Kalteng dan PT Kalteng Pos Press.

Rombongan PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng ini dipimpin oleh General Manager (GM) Sudirman. Ketika bertandang ke Gedung Biru, rombongan diterima oleh Direktur PT Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun dan manajemen PT Kalteng Pos Group. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Gedung Biru. Obrolan pun berlangsung santai. Sesekali diselingi dengan candaan.

Dalam pertemuan itu, GM PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng Sudirman menyebut, kedatangan rombongannya ke kantor surat kabar harian (SKH) terbesar di Bumi Tambun Bungai ini dalam rangka silaturahmi. Selain itu, pihaknya sekaligus menyampaikan perkembangan listrik di wilayah Kalimantan secara umum dan Kalselteng khususnya, serta beberapa hal terkait menjaga aset PLN dari dampak karhutla.

Berbicara mengenai daya, kata Sudirman, Kalselteng sudah sangat berkecukupan. Bahkan daya surplus di Kalimanten hampir 500 megawatt (MW). Surplus daya listrik ini, diharapkan menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di Kalteng. Para investor tak perlu ragu atau khawatir terkait pasokan listrik untuk mendukung usaha mereka.

“Kami sangat berharap calon investor bisa menanamkan modalnya di Kalteng. Insyaallah kami (PLN) siap mendukung. Karena PLN akan terus membangun pembangkit yang baru,” ungkap Sudirman.

Khusus di Kalselteng, lanjut Sudirman, PLN juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa investor. Salah satunya di Muara Teweh, Kalteng. Untuk di Muara Teweh ini, bebernya, PLN meneken MoU dengan industri tambang batu bara. “Jadi PLN membuka jaringan untuk mendukung investasi perusahaan batu bara tersebut. Artinya, sama-sama saling menguntungkan,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, Sudirman juga mengharapkan dukungan semua stakeholder, baik dari jajaran TNI-Polri, BPBD, maupun masyarakat umum untuk bersama-sama mengawas dan menjaga jalur listrik dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebagaimana yang dialami pada tower SUTT 310 dan 312 di wilayah Kalampangan. Dampaknya akan sangat signifikan dirasakan oleh masyarakat, apabila hal-hal yang tak diinginkan terjadi pada tower penyuplai energi listrik itu.

“Memang sejauh ini operasional kami belum terdampak. Pelayanan masih maksimal. Kami hanya mengingatkan kepada masyarakat dan semua pihak, agar bersama-sama mengamankan dan menjaganya. Kekhawatiran kami adalah jika tower itu terbakar. Kami mohon kepada masyarakat yang tinggal dekat jalur SUTT untuk sama-sama mengecek dan menjaganya,” harapanya.

Sementara, Direktur PT Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun menyambut positif kunjungan jajaran manajemen PLN Kalselteng. Mengenai penanganan dan pencegahan karhutla, ia memberikan saran dan masukan kepada PLN untuk membentuk sebuah organisasi atau komunitas, khusus untuk membantu menjaga objek-obejk vital seperti tower SUTT.

“Saya kira dengan adanya komunitas atau kelompok yang dibentuk itu, akan efektif membantu mencegah terjadinya karhutla di wilayah yang berdekatan langsung dengan tower SUTT, ” sebutnya. (*/ce)

Loading...

You Might Also Like