ILUSTRASI/NET


MUARA TEWEH- Nasib mantan bendaharawan atau juru bayar di UPK Dinas Pendidikan Kecamatan Lahei Barat, akhirnya divonis hukuman penjara 2 tahun 8 bulan, dan denda uang Rp50 juta.

Majelis hakim menilai terdakwa Aswad terbukti melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan kerugian negara mencapai Rp119.983.307.

Kasipidsus Kejari Batara Indra Aprio H Saragih mengatakan, Aswad telah divonis di Pengadilan Tipikor Palangka Raya. “Sudah putus dengan penjara dua tahun delapan bulan. Uang penggantinya sudah dia sudah bayar Rp40 juta, sisanya nanti. Jika tidak dibayarnya lunas, hukuman ditambah setahun tiga bulan,” kata Indra selaku jaksa penuntut umum, Selasa (17/9) di ruang kerjanya.

Kasus itu terjadi pada Juni 2017. Aswad menilap dana tunjangan daerah bulan Juni dan gaji ke-13 serta 14 para guru. Dia tunjuk oleh Disdik Batara sebagai juru bayar di UPK Dinas Pendidikan Kecamatan Lahei Barat.

Setelah Aswad berhasil mencairkan dan menerima dana dari bendahara Dinas Pendidikan Batara, dana itu dipakai untuk keperluan pribadi. Bukan malah diserahkan kepada para guru yang berhak mendapatkannya.

Aswad aslinya menjabat sebagai staf di UPK. Hasil kejahatannya dicium pihak kepolisian.

Uang yang digelapkannya dipergunakan untuk kepentingan pribadi, yakni menutup utang dan bermain judi. (dad/ram)

Loading...

You Might Also Like