Ilustrasi. (foto: net)


KUALA KAPUAS - Perkara dengan terdakwa Muhamad Punding kembali disidangkan, Selasa (17/9) di Pengadilan Negeri Kuala Kapuas. Dalam sidang agenda pembelaan dari terdakwa M Punding dibacakan penasehat hukumnya, Parlin Bayu Hutabarat.

"Kita meminta majelis untuk menyatakan klien kami tidak terbukti secara sah dan menyakinkan atau terbukti, tapi bukan tindak pidana," ucap Parlin, Selasa (17/9).

Dirinya menilai, kalau pidana yang disampaikan jaksa pasal 107 huruf (a) jo pasal 55 huruf (a) Undang-Undang RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan bukan bicara IUP atau STDB, berdasarkan Permentan Nomor 98 Tahun 2013.

"Sehingga tuntutan Jaksa Penuntut Umum adalah keliru besar, karena ruang lingkup dari Permentan itu sanksinya administrasi," tegasnya.

Parlin menambahkan, perbuatan terdakwa M Punding yang mengerjakan, menggunakan, menduduki, dan menguasai lahan perkebunan miliknya sendiri, yang terletak di Kelurahan Mandomai Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas sejak tahun 2012. Dimana yang melebihi dari luas 25 hektare tanpa Izin Usaha Perkebunan (IUP), ataupun Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), dan tidak berbadan hukum.

"Sekali lagi itu tidak sesuai dengan ketentuan Permentan Nomor 98/Permentan/OT.140/9/2013 Tahun 2013, tentang pedoman Perizinan Usaha Perkebunan Pasal 2 ayat 2 huruf h yakni sanksi administrasi," pungkasnya.

Sementara JPU Wiwik menyatakan terdakwa Muhammad Punding terbukti secara sah, dan meyakinkan bersalah secara tidak sah yang mengerjakan menggunakan menduduki dan atau menguasai lahan perkebunan sebagaimana diatur dalam pasal 107 huruf (a) jo pasal 55 huruf (a) Undang-Undang RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan.

Terdakwa Muhamad Punding dituntut dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan dengan perintah segera ditahan.  

Dalam tuntutan JPU juga dijelaskan terdakwa M. Punding dalam mengelola lahan perkebunan di Kelurahan Mandomai Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas, ada berkerja sama dengan saksi Timbul Sinaga yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), terkait pengelolaan lahan perkebunan seluas 1.300 hektare.

Bahkan Timbul Sinaga memberikan dana atau modal sebesar Rp12 miliar untuk kegiatan pengelolaan kebun kelapa sawit. Luas area lahan perkebunan dikelola Punding bersama Timbul Sinaga 1.300 hektare terdiri dari penanaman seluas 278 hektar, pembibitan empat hektare, dan land clearing seluas 50 hektare(alh/nto)

Loading...

You Might Also Like