Warga Sampit menikmati pelayanan oksigen di RSUD dr Murjani, Senin (16/9)


SAMPIT - Kondisi kabut asap khususnya di Kabupaten Kobar dan Kotim membuat warga membutuhkan udara segar. Pihak rumah sakit dan pelayanan kesehatan membuka layanan Rumah Oksigen, yang diperuntukkan kepada masyarakat.

Sekda Kotim Halikinnor menjelaskan, saat ini kondisi Kotim berbahaya dari segi kualitas udara.  "Kami sudah perintahkan kepada Dinas Kesehatan agar menyalurkan tabung oksigen di semua puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya untuk mengantisipasi warga yang menderita ISPA. Ini sudah darurat, jadi harus disegerakan," ujarnya di Sampit, Senin (16/9).

Oksigen ini bisa dirasakan gratis tanpa dipingut biaya.  “Jadi saya harap warga bisa memaksimalkan oksigen ini nantinya, baik di rumah sakit dr Murjani maupun di fasilitas kesehatan, misalnya puskesmas tersekat atau fasilitas kesehatan di desa," tuturnya.

Sekda juga menyampaikan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam penanganan karhutla ini sudah maksimal. Namun tetap saja kondisi diselimuti kabut asap dan udara yang tidak sehat ini.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Murjani dr Yudha Herlambang mengatakan, saat ini pihak rumah sakit sudah menyediakan 10 bed. Untuk lokasinya berada di belakang rumah sakit atau dekat dengan area parkir.

“Pemakaian untuk satu orang kurang lebih memakan waktu 10 sampai 15 menit. Itu juga tergantung keluhan warga,"jelasnya kepada Kalteng Pos, Senin (16/9).

Di Rumah Sakit Sultan Imanudin (RSSI)  Pangkalan Bun juga menyiapkan ruang oksigen. Ruangan ini disiapkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan udara sehat.

Direktur RSSI Imanudin Pangkalan Bun Fachrudin mengatakan, apa yang dilakukan rumah sakit sebagai bentuk kepedulian. Karena kondisi asap yang terjadi cukup pekat dan dikuatirkan banyak yang mengalami gangguan Pernafasan. Sehingga untuk mendapatkan udara sehat bisa saja terganggu. Untuk itu rumah sakit memberikan pelayanan secara gratis bagi yang membutuhkan.

"Kami sementara siapkan dua dahulu, nantinya apabila banyak baru ditambah. Kami ingin memberikan kemudahan bagi warga yang terkena dampak asap," katanya.

Fachrudin menambahkan, meskipun informasi yang diterima bahwa penderita ISPA mengalami peningkatan pihaknya akan terus memberikan pelayanan. Sehingga bagi warga yang kebingungan mendapatkan oksigen atau udara sehat bisa datang ke pantau satu rumah sakit. Masyarakat juga tidak dipungut biaya bagi yang ingin mendapatkan pelayanan tersebut.

"Kami akan selalu senantiasa memberikan pelayanan bagi warga yang terkena dampak asap,"ujarnya. (son/rif/ram/ctk/nto)

You Might Also Like