Situasi kabut asap di Jalan Yos Sudarso, Senin sore (16/9).(FOTO : DAR/KPC)


PALANGKA RAYA- Kondisi di Kota Palangka Raya dua hari belakangan tak kunjung membaik. Kualitas udara masih dalam kategori berbahaya. Asap pekat karhutla seakan tak ingin beranjak dari langit Kota Cantik.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Kota Palangka Raya, visibility alias jarak pandang di Kota Palangka Raya tak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Jarak penglihatan tidak lebih dari satu kilometer.

Pemerintah Provinsi Kalteng (Pemprov) Kalteng telah melaksanakan rapat terkait kenaikan status siaga darurat menjadi tanggap darurat atas kondisi asap di ibu kota provinsi ini. Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya menyebut, berdasarkan indikator yang ada saat ini, maka Kota Palangka Raya sudah layak ditetapkan status tanggap darurat karhutla.

“Ada sebelas parameter dalam penetapan status tanggap darurat karhutla. Kota Palangka Raya sudah memenuhi syarat-syarat tersebut,” katanya saat ditemui media di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (16/9).

Hanya saja, lanjutnya, satu kriteria yang tidak terpenuhi yakni soal data jumlah pasien yang terdampak asap. Pasien ISPA hanya mengalami kenaikan 40 persen dari minggu sebelumnya. Padahal, seharusnya penderita ISPA mengalami kenaikan dua kali lipat dari minggu sebelumnya.

“Peningkatan hanya 40 persen. Ini yang kami khawatirkan. Jangan sampai ada masyarakat terdampak ISPA memilih berobat ke dokter khusus, sehingga tidak terpantau Dinas Kesehatan (Dinkes),” ucapnya.

Apabila Kota Palangka Raya ini sudah menetapkan status tanggap darurat karhutla, maka otomatis provinsi pun akan segera menetapkan status tanggap darurat karhutla. Tentu, penetapan ini akan berimplikasi kepada pembiayaan yang akan digunakan selama berlakunya status tanggap darurat karhutla.

“Setelah tanggap darurat diberlakukan, maka pasien di RS tentu tidak bisa ditanggung oleh BPJS. Karena berdasarkan undang-undang (UU), apabila ditetapkan KLB di suatu wilayah, maka biaya pengobatan pasien di rumah sakit pada wilayah itu akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” bebernya.

Habib menyebutkan, hasil rapat bersama sejumlah instansi terkait di tingkat provinsi, yang juga dihadiri Wali Kota Palangka Raya, memutuskan siap menaikkan status menjadi tanggap darurat karhutla.

“Tadi malam kami sudah bertanya kepada instansi dan pihak-pihak terkait. Dan mereka mengatakan siap,” tegas Habib. (nue/abw/ari/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like