Penari dari Sanggar Betang Batarung menampilkan kesenian tari khas Kalteng di Kanada. (DISBUDPAR UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Lima penari asal Kalteng tampil memukau di di Kota Ottawa, ibu kota Kanada. Mereka tampil pada acara bertajuk Indonesian Festival. Tak hanya kesenian tari daerah yang ditampilkan pada kegiatan itu, tapi juga ditampilkan kerajinan dan pameran kuliner.

Tim kesenian Kalteng mendapat perhatian di mata dunia, dengan menorehkan prestasi saat mengikuti festival di  Canadian Museum Of History 100 Rue Laurier Gatineau, Ottawa, Kanada, Sabtu (14/9). Dibawa kepemimpinan salah satu tokoh Kalteng, Tuti Dau, lima penari dari Sanggar Seni Betang Batarung, yakni Tris Sofia W, Edho Kristanto, Ranaiyati, Eni Riny, dan Alfrelin, cukup mendapatkan perhatian.

Mereka menyuguhkan empat penampilan, yakni Tari Mandau, Tari Giring-Giring, Tari Bagondang, dan Tari Nefuk Taun. Tak sedikit mendapat komentar positif atas kesenian Kalteng ini.

“Penampilan mereka juga disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Kanada Abdul Kadir Jailani dan masyarakat Kanada dari beberapa kota, seperi Vancouver, Montreal, Torontho, dan Ottawa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Dr Guntur Talajan kepada Kalteng Pos, Senin (16/9).

Duta besar bersama istri yang menyaksikan langsung penampilan penari asal Kalteng pun sangat senang dan memberikan apresiasinya.

“Juga warga yang hadir saat itu. Karena baru pertama kali mereka melihat tarian Kalteng. Mereka sangat kagum atas penampilan yang cukup unik,” tambah mantan kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng ini.

Ditambahkan Guntur, dalam ajang Indonesian Festival yang berlangsung di Canadian Museum Of History 100 Rue Laurier Gatineau, Canada, juga dirangkai pasar kuliner Indonesia dan pameran kerajinan.

“Kegiatan ini untuk memenuhi undangan Kedutaan Besar Indonesia di Kanada melalui Sanggar Seni Betang Batarung yang dipimpin oleh Tuti Dau. Ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalteng,” tuturnya.

Dikabarkan, para penari Kalteng ini diminta untuk kembali tampil pada acara kesenian yang digelar di Montreal, Kanada, di hadapan utusan dari 168 negara sedunia, yang rencananya akan dilaksanakan beberapa hari ke depan.

“Itu disampaikan langung perwakilan dari Montreal kepada tokoh Kalteng Tuty Dau selaku pembina sanggar,” tambahnya.

Guntur berharap agar momen tersebut dimanfaatkan secara baik oleh tim kesenian tersebut, sekaligus memperkenalkan kesenian Kalteng kepada dunia luas.

“Kami yakin tentunya kesenian Kalteng akan mendapat perhatian dari dunia. Dengan demikian, kami berharap bahwa kunjungan wisatawan ke Kalteng akan bertambah, karena banyak turis yang akan datang langsung ke Kalteng untuk menggali lebih jauh tentang kesenian daerah ini,” harapnya.

Ke depannya menjadi tugas bersama untuk terus melakukan pembinaan kesenian dan kebudayaan yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Ini bukan hanya tugas pemerintah daerah. Pihak-pihak terkiat maupun masyarakat harus bahu-membahu menjaga serta memperkenalkan kekayaan budaya Kalteng. Dengan cara demikian maka bisa menarik perhatian dunia untuk mengikutsertakan kesenian Kalteng dalam event-event besar internasional. (nue/ce/ala)

You Might Also Like