Wagub Kalteng Habib Ismail pimpin rapat penanganan karhutla bersama Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dan pejabat terkait Pemprov Kalteng dan Kota Palangka Raya, Minggu malam (15/9).(FOTO : ARJONI/KPC)


PALANGKA RAYA - Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng mengundang masyarakat muslim Kalteng, untuk melaksanakan Salat Istisqa atau minta hujan. Rencananya, salat minta hujan tersebut akan dilaksanakan, Rabu pagi (18/9) di Halaman Kantor Gubernur Kalteng.

Selain itu, Gubernur Sugianto Sabran dan Wagub Habib Ismail bin Yahya juga mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan doa lintas agama. Itu dilakukan mengingat bencana kebakaran hutan dan lahan yang semakin sulit dikendalikan dan kabut asap makin pekat serta berbahaya bagi keseagatan maayarakat.

"Insyaallah kita akan melaksanakan salat Istisqa atau minta hujan pada Rabu (18/9), di halaman Kantor Gubernur Kalteng. Ini sesuai rapat kami Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, tadi malam," kata Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya.

Dia mengatakan, pada rapat tadi malam Gubernur Sugianto Sabran yang masih berada di Jakarta rapat penanaganan Karhutla, meminta agar seluruh element masyarakat muslim, baik ormas Islam dan masyarakat umum bersama-sama melaksanakan salat Istisqa. Dan kepada umat lainnya, Pemprov Kalteng meminta untuk bersama-sama berdoa meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Nanti untuk pelaksanaan salat dan doa minta hujan ini, dikoordinir oleh Biro Kesra. Semua element masyarakat muslim kita undang untuk melaksanakan salat Istisqa, baik itu MUI, NU, Muhammadiyah, LDII dan ormas Islam lainnya serta masyarakat luas," ucapnya.

Begitu juga dengan doa minta hujan, seluruh umat beragama diminta untuk melaksanakannya. "Kita juga menghimbau seluruh umat beragama melaksanakan doa minta huian. Kita meminta pertolongan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas Karhutla dan kabut asap di Kalteng," ujarnya.

Wagub mengatakan, penanganan karhutla juga terus dilakukan oleh Pemprov Kalteng bersama TNI/Polri dan seluruh relawan serta masyarakat peduli karhutla. Pemprov juga tengah mengkaji peningkatan status bencana di Kalteng menjadi tanggap darurat bencana.

"Tadi malam sudah kita bahas bersama SOPD terkait dan juga Wali Kota Pak Fairid beserta jajarannya. Karena ada bebebrapa syarat yang harus dipenuhi terkait peningkatan status bencana di kalteng. Pertama minimal ada satu kota yang telah menetapkan terlebih dahulu atau dua kabupaten telah menetapkan," ungkapnya.

Selain penanganan Karhutla, terhadap masyarakat terdampak asap juga bakal diberikan pelayanan kesehatan dan disediakan rumah singgah oksigen. Kemudian sekolah juga telah diliburkan dan jam masuk kerja diundurkan. (arj/OL)

Loading...

You Might Also Like