Asap tebal menyelimuti Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, saat pertandingan Liga 1 2019 antara Kalteng Putra melawan Persebaya (13/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)


Kabut asap masih menyelimuti laga Kalteng Putra lawan Persebaya Surabaya (13/9). Namun, laga di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, itu tetap berlangsung. Padahal, kabut asap tersebut mengganggu jarak pandang. Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra membenarkan adanya kabut asap di Tuah Pahoe.

Laporan itu dia terima dari match commissioner. ’’Laporan terakhir (tadi malam, Red) sudah berkurang. Asap ada, tapi tidak setebal beberapa hari lalu,’’ terangnya.

PT LIB sebenarnya sudah mengantisipasi soal kabut asap. Tapi, Kalteng Putra memberikan jaminan bahwa pertandingan masih bisa dilaksanakan. ’’Kata mereka memang begitu, kadang terang kadang gelap karena kabut. Tapi, karena rangkaian pertandingan seperti MCM hingga official training sudah digelar, jadi dipastikan laga tetap dijalankan,’’ paparnya.

Asep juga sadar bahwa dampak kabut asap bisa mengancam klub-klub asal Kalimantan dan Sumatera. ’’Tapi, kami tidak mau berandai-andai. Sejauh ini masih sesuai jadwal semuanya, tidak ada permintaan laga ditunda,’’ ucapnya.

Untuk Kalimantan, ada klub Liga 1 lainnya selain Kalteng Putra. Ada Barito Putera yang pertandingan kandangnya terancam. Apalagi, pada 18 September Barito Putera bakal menjamu Bhayangkara FC di Stadion Demang Lehman, Martapura. Juga, ada Borneo FC yang akan menjamu Madura United di hari yang sama.

Asep menambahkan, sejauh ini regulasi di Liga 1 memang belum mengatur laga kandang yang tak bisa digelar gara-gara kabut asap. Sebab, faktor yang jadi penyebab tidak bisa diprediksi. ’’Tapi, kami selalu komunikasikan jika ada aspek lainnya nanti,’’ tuturnya.

Opsi paling memungkinkan adalah Barito Putera, Borneo FC, serta Kalteng Putra harus rela jadi tim musafir atau bermain di luar Kalimantan. Itu dilakukan jika kabut asap dinilai semakin parah. Sebab, jadwal yang ada saat ini sudah sangat padat. Jika sampai ada penundaan, bisa jadi kompetisi Liga 1 musim ini tidak akan bisa selesai pada 22 Desember mendatang.

Opsi itu pernah diaplikasikan untuk Persipura Jayapura seusai kerusuhan yang terjadi di Kota Jayapura. Mutiara Hitam terpaksa jadi musafir ke Stadion Aji Imbut, Tenggarong, ketika menjamu Persija Jakarta pada 12 September lalu. ’’Yang jelas, kami akan selalu monitor. Kami juga pasti akan perhatikan keselamatan dan kesehatan pemain terlebih dahulu. Jadi, jangan khawatir, kalau memang terpaksa, kami tidak akan korbankan pemain,’’ tuturnya.(gus/bas/kpc)

You Might Also Like