Ilustrator Komik Marvel, David Ross (jaket merah) yang memuji film Gundala. (Dok. Bumilangit Studios)


Film superhero lokal Gundala berhasil menembus lebih dari 1,5 juta penonton. Tak hanya itu, Gundala juga mendapatkan perhatian dari pencinta film internasional. Salah satunya Ilustrator komik Marvel, David Ross. Dia berkesempatan menonton langsung film Gundala di Toronto International Film Festival 2019.

David Ross memberikan komentarnya kepada tim Gundala yang berkunjung ke festival film tersebut. Dia terkesan dengan proses editing dan koreografi film tersebut.

“Pertunjukan Gundala dihadiri banyak orang semalam. Para penonton sangat positif, terutama katanya film ini adalah yang pertama dalam serangkaian film superhero lainnya. Saya mengerti mengapa tiket pertunjukan bisa terjual habis,” kata David Ross dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/9).

Dia mengaku menyukai cerita Gundala dan casting secara keseluruhan sangat bagus. Adegan pertarungannya juga luar biasa. Begitu pun hasil koreografi dan editing yang bagus.

Apalagi, lanjut dia, Joko Anwar menyebut bahwa beberapa adegan itu dilakukan hanya dengan satu take. Film ini sinematografi sangat indah dengan pencahayaan dan set.

“Kami memahami bahwa karakter (Sancaka) memiliki kehidupan yang sulit, tetapi saya pikir beberapa dari sekuens tersebut dapat dipersingkat, dan mungkin yang aneh dihapus untuk menguatkan filmnya. Saya akan merekomendasikan Gundala. Saya berharap film ini lebih banyak ditonton dan lebih luas lagi,” terang David Ross.

David Ross terkenal melalui karya-karyanya bersama Marvel, yaitu Iron Man dan Avengers Infinity Gauntlet. Dia juga berkarya lewat judul Avengers West Coast, Marvel Knights: Daredevil, juga Inhumans. Selain itu, dia juga tercatat mengerjakan komik untuk DC Comics untuk judul JSA: All Stars dan Batman: Bruce Wayne – Fugitive Vol. 1.

Kembali ke Gundala, film tersebut hingga dua minggu penayangan telah ditonton lebih dari 1,5 juta orang. Selain itu, film ini juga sedang tayang di Toronto International Film Festival 2019 yang berlangsung pada 5-15 September 2019.

Toronto International Film Festival ini merupakan satu dari lima festival film paling bergengsi dan terbesar di dunia selain Cannes Film Festival, Venice Film Festival, Berlin Film Festival, serta Sundance Film Festival. Seleksi untuk bisa masuk ke dalam festival-festival ini sangat ketat dan sangat sulit ditembus. TIFF setiap tahunnya dikunjungi oleh sekitar 500 ribu penonton.

Program Midnight Madness adalah kategori paling bergengsi di TIFF untuk film genre (non-drama) dan hanya 10 film setiap tahunnya dipilih dari seluruh dunia. Gundala terpilih sebagai satu dari dua film yang mewakili Asia tahun ini. Pada program Midnight Madness, ada juga film dari legenda Jepang Takashi Miike dan film terbaru Nicholas Cage. Program ini adalah salah satu andalan festival tersebut dan merupakan favorit yang selalu dipenuhi penonton. Gundala ditayangkan tiga kali di program ini dan sold out.

Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment, mempersembahkan Gundala, jagoan kebanggaan Indonesia yang ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar. Gundala, karakter komik yang diciptakan oleh Hasmi mulai menyapa penonton Indonesia pada 29 Agustus 2019 dan sedang tayang di berbagai bioskop di Indonesia. (jpg)

 

Loading...

You Might Also Like