Purman Jaya


PALANGKA RAYA - Adanya dugaan sumur bor fiktif di Kabupaten Pulpis untuk tangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menjadi perhatian Fraksi PKB DPRD Kalteng. Sebab, sumur bor yamg dibangun begitu banyak ada sekitar 9 ribu lebih dan menggunakan uang negara yang tidak sedikit.

"Kami Fraksi PKB minta aparat telusuri adanya dugaan sumur bor fiktif ini. Sebab, pembangunan sumur bor yang fiktif fan tidak sesuai tersebut membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan kurang optimal," kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kalteng Purman Jaya, Rabu (11/9).

Dia mengatakan, program pencegahan Karhutla menggunakan anggaran begitu besar untuk pembangunan sumur bor. Dan sumur bor dibangun untuk kepentingan pemadaman saat kebakaran hutan dan lahan. Namun, ketika ada sumur bor fiktif itu sangat merugikan masyarakat.

"Dulu kan banyak dibangun sumur bor,  info yang kami terima sekitar 9 ribu lebih yang dibangun. Ini harus dicek dan diperiksa, agar keberadaannya dapat dimaksimalkan untuk pemadaman," ucapnya.

Fraksi PKB juga mempertanyakan sebaran sumor bor yang dibangun. Dan Kordinatnya harus jelas, sehingga mudah menuju sumur bor terdekat untuk pemadaman kebakaran.

"Kita tidak tahu kemarau ini kapan berakhir. Jadi keberadaan sumor bor ini harus jelas letak kordinatnya. Dengan begitu, saat diperlukan petugas pemadam mudah mencari dan menggunakan," pungkasnya. (arj)

You Might Also Like