Ilustrasi. (foto: net)


PALANGKA RAYA–Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menegaskan agar perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Kalteng ini dapat menjaga dan melestarikan lingkungan. Dengan demikian, hasil alam yang dikelola oleh perusahan-perusahaan dapat tetap lestari bahkan dapat berkelanjutan.

“Kelestarian lingkungan itu hal penting, sehingga hal ini menjadi peran perusahaan sawit agar tidak melupakan sisi-sisi lingkungan dalam pengelolaannya,” kata sekda saat diwawancarai di Aquarius Boutique Hotel, belum lama ini.

Diungkapkannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng telah memiliki regulasi terkait pengelolaan kelapa sawit yang ada di wilayah Bumi Tambun Bungai ini. Untuk itu, lanjutnya, perusahaan wajib menerapkan regulasi pemerintah tersebut.

“Kami terus mendorong agar para perusahaan sawit di Kalteng ini dapat menerapkan regulasi-regulasi pemerintah,” ungkapnya.

Bahkan, kata Fahrizal, perusahaan sawit juga harus patuh pada Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO). Harapannya, dengan menjalankan regulasi pemerintah dan patuh pada ISPO maka kelestarian dan keberlanjutan akan terwujud.

Ditambahkannya, keberadaan perkebunan kelapa sawit di Kalteng ini seharusnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan perekonomian di Kalteng. “Sawit ini kan menghasilkan buah setiap tahun, tentu harapannya perkebunan kepala sawit dapat berkelanjutan dengan aspek lestari. Hal ini juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan perekonomian Kalteng,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov Kalteng juga terus memonitor perusahaan perkebunan sawit terkait gaji karyawan melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalteng. Sampai saat ini, sambungnya, perkebunan yang ada di Kalteng telah menerapkan penggajian sesuai aturan.

“Sampai saat ini penggajian karyawan tidak ada yang di bawah ketentuan, ini menujukkan bahwa penggajian sudah memenuhi standar,” pungkasnya. (abw/ila/ctk/nto)

You Might Also Like