Bupati Kobar Nurhidayah terlihat menangis saat doa bersama warga di halaman Kantor Pemkab Kobar, Selasa (10/9).


PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah belum juga berakhir. Termasuk halnya di Kabupaten Kotawaringin Barat. Berbagai upaya pemadaman terus dilakukan. Namun karhutla masih saja terjadi hingga muncul kabut asap.

Selain berupaya melakukan pemadaman, Pemkab Kobar pun menggelar salat istisqa. Salat itu bertujuan untuk minta hujan kepada Yang Maha Kuasa. Bupati Kobar Nuhidayah juga bergabung bersama warga setempat mengikuti salat Istisqa. Bahkan saat salat minta hujan di halaman kantor Pemkab Kobar, Selasa (10/9), Nurhidayah sampai menangis.

"Kami sudah melakukan berbagai upaya, tetapi karhutla masih saja terjadi dan water boombing juga sudah dilakukan. Hanya saja beberapa wilayah memang susah dijangkau (untuk pemadaman), sehingga doa bersama atau salat Istiska ini sebagai upaya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera diberikan hujan," kata Nurhidayah.

Menurut bupati, dengan iriangan doa ini membuat para peserta salat Istiska ini tidak mampu menahan air mata. Mengingat doa yang dipanjatkan sangat berarti. Karena sebagai umat manusia hanya bisa berdoa dan meminta tanpa mensyukuri apa yang pernah diberikan. Sehingga bupati selalu mengajak dan meminta warga untuk bersama melakukan upaya agar karhutla bisa segera ditangani dengan baik.

"Salah satu lokasi yang memang jadi perhatian adalah Desa Sungai Cabang yang kondisinya cukup parah. Ditambah lokasinya yang memang sulit dijangkau, sehingga membutuhkan waktu untuk bisa melakukan tindakan," ujarnya.

Namun dengan menggelar doa bersama dan salat Istisqa ini, diharapkan bisa memberikan dampak positif. Karena harapannya bisa diturunkan hujan sehingga asap bisa hilang dan karhutla bisa segera padam. (son/ens/ctk/nto)

You Might Also Like