MASIH KISRUH: Tim penyelamat mengangkat bangkai bom mobil pada Kamis (5/9). Serangan Taliban itu menewaskan sepuluh orang (RAHMAT GUL/AP)


MASIH KISRUH: Tim penyelamat mengangkat bangkai bom mobil pada Kamis (5/9). Serangan Taliban itu menewaskan sepuluh orang (RAHMAT GUL/AP)

Dialog antara AS dan Taliban belum selesai. Presiden AS Donald Trump memang membatalkan pertemuan dengan petinggi Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kamp David. Seluruh proses negosiasi juga dihentikan sementara.

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad ditarik pulang. Meski begitu, pintu menuju perdamaian belum tertutup sepenuhnya.

Menlu AS Mike Pompeo Minggu (8/9) menyatakan, dirinya berharap Taliban mengubah sikap dan berkomitmen terhadap pembicaraan yang sudah mereka lakukan selama berbulan-bulan ini. Dengan begitu, negosiasi bisa dilakukan sekali lagi.

Pompeo juga mendesak agar Taliban mau membuka dialog dengan pemerintah Afghanistan. Selama ini Taliban hanya mau berdialog dengan pemerintah Afghanistan jika tentara AS sudah hengkang.

Hingga saat ini, Trump belum memutuskan apakah jadi menarik pasukan atau tidak. Berdasar kesepakatan dengan Taliban, AS berencana menarik 5 ribu di antara 13 ribu pasukannya di Afghanistan mulai tahun depan.

Meski siap kembali berdialog, tidak berarti AS akan mengendurkan posisi. Pompeo menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengurangi tekanan pada Taliban.
”Pasukan AS telah membunuh seribu pemberontak dalam 10 hari terakhir,” tegasnya.(jpg)

You Might Also Like