BORIS PUSING: Leo Varadkar (kanan) dan Boris Johnson saat bertemu awak media di depan kantor pemerintahan di Dublin kemarin (9/9) (LORRAINE O’SULLIVAN/AFP)


Periode bulan madu Perdana Menteri Boris Johnson tak lama. Hanya dalam waktu enam minggu, pria 55 tahun itu berubah dari selebriti politik menjadi musuh nomor satu rakyat Inggris dan Eropa. Menjelang tenggat Brexit, dia terus berkeliling untuk mencari dukungan.

Senin (9/9) dia bertemu langsung dengan Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar. Dan, Varadkar tak sungkan berbicara keras di depan Johnson. Dalam pernyataan media, dia menyebutkan bahwa Inggris belum menepati janji mereka.

“Sampai saat ini, kami (Uni Eropa) belum menemukan proposal yang dikatakan,” ungkap Varadkar di samping Johnson menurut BBC.

Saat ini tim negosiator Inggris dan Uni Eropa sedang berunding. Waktu negosiasi hingga akhir bulan ini didapat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Mereka bersedia memberikan kesempatan dengan janji Johnson bahwa Inggris punya solusi yang lebih baik daripada backstop.

Namun, sampai saat ini, kubu Johnson belum bisa memuaskan Uni Eropa. Varadkar menjadi gusar. Dia meminta Inggris agar tak main-main dalam mempersiapkan Brexit.

“Jika no deal (Brexit tanpa kesepakatan, Red) terjadi, yang terganggu adalah rakyat Inggris dan Irlandia,” ujar sang taoiseach, sebutan perdana menteri di Irlandia.

Varadkar memperingatkan bahwa Inggris tak punya ruang bernapas yang banyak. Uni Eropa sudah menyatakan bahwa solusi yang ditawarkan harus lebih baik daripada backstop. Kalau tidak, mereka lebih memilih bercerai tanpa kesepakatan apa pun.

Saat itu terjadi, hubungan Inggris dengan Irlandia kembali ke nol. Mereka harus kembali membahas hak warga negara, perdagangan, dan perbatasan Irlandia. Padahal, hal tersebut sudah dibahas selama rezim Theresa May.

“Tak ada namanya perpisahan dan selesai. Kita hanya masuk ke fase selanjutnya,” tegas Varadkar.

Johnson sendiri tak mau berkata banyak dalam pertemuan. Dia hanya berkata bahwa no deal Brexit adalah bentuk kegagalan semua pihak. “Saya pikir kami punya solusi,” ungkap Johnson tanpa memberikan penjelasan.

Otak Johnson saat ini sedang penuh. Saat bertemu dengan Varadkar, dia harus berpikir cara merayu kubu Irlandia terkait dengan solusi alternatif backstop. Sore harinya, dia harus berpikir cara membujuk parlemen Inggris untuk menyetujui permintaan pemilu dini.

Meminta politisi Westminster agar menyetujui proposalnya jelas tak mudah. Mereka sudah tahu maksud di balik permintaan tersebut. Johnson ingin agar kabinet dan parlemen nonaktif sebelum tenggat waktu Brexit 31 Oktober. Dengan begitu, Inggris tak punya perwakilan untuk melakukan negosiasi. Saat itu tak ada pilihan selain keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

“Kami akan menempuh segala cara untuk memastikan bahwa opsi no deal tersingkir dari meja perundingan,” tegas Ketua Buruh Jeremy Corbyn seperti dilansir CNN.

Sesi kemarin merupakan sidang parlemen terakhir bulan ini. Jubir Boris Johnson menuturkan bahwa penundaan sesi parlemen bakal dilakukan hari ini.

https://cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2019/09/grafis-backstop-inggris.jpgInfografis backstop Inggris (Jawa Pos)

MENGENAL BACKSTOP

Apa itu backstop?

Backstop adalah jaminan terakhir untuk mempertahankan perbatasan antara Republik Irlandia dan Negara Bagian Irlandia Utara, Inggris, tak terpasang tembok dan pos pemeriksaan.

Apa yang berubah dengan backstop?

Tanpa backstop, barang-barang yang melewati perbatasan tersebut harus dicek terlebih dahulu. Kalau tak ingin ada pemeriksaan, Inggris harus ikut aturan bea cukai Uni Eropa selama backstop berlaku.

Kenapa Inggris tak suka backstop?

Salah satu alasan kuat Inggris melaksanakan Brexit adalah bisa keluar dari sistem single windows Uni Eropa. Dengan backstop, Inggris takut negara mereka bakal terikat dengan sistem organisasi itu tanpa batas waktu yang jelas.

Adakah solusi selain backstop?

Ada. Salah satunya, menggunakan teknologi di perbatasan. Dengan demikian, barang yang melewati perbatasan bisa langsung lewat tanpa pemeriksaan fisik. Namun, Uni Eropa merasa solusi itu tak efektif.Sumber: BBC .(jpg)

 

You Might Also Like