Tersangka pemalsuan dokumen, Falentinus (kiri) dan Embing Syamsudin (kanan)


MUARA TEWEH – Ulah Embing Syamsudin alias Embing (39) dan Falentinus alias Tinus memang nekat. Bagaimana tidak? Dua warga Jalan Temanggung Bongket, RT. 06, Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru ini nekat memalsukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk memperpanjang atau memperoleh SKCK baru di Polres Barito Utara.

Pemalsuan itu terungkap ketika Embing datang ke ke ruang pelayanan Satuan Intelkam Polres Barito Utara, Kamis (22/8/2019) sore. Dia bermaksud mengajukan perpanjangan SKCK.

Setelah dilakukan penelitian berkas persyaratan termasuk SKCK yang masa berlakunya telah habis (fotokopi SKCK), ternyata petugas menemukan beberapa kejanggalan. Di antaranya kop Kesatuan Polres Batara, nomor SKCK, nama Kasat Intelkam Polres Batara yang menandatangani SKCK, serta cap stempel yang digunakan adalah cap stempel Polsek Teweh Tengah.

Guna memastikan, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batara melakukan penelitian sidik jari. Dan tenyata, petugas menemukan ketidak sesuai antara rumus sidik jari milik tersangka Embing yang tertera di SKCK dengan rumus sidik jari hasil identifikasi anggota Unit Identitikasi.

“Setelah itu, pelaku (Embing) dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan dia mengakui bahwa SKCK yang dibawa tersebut adalah hasil buatan tersangka Falentinus alias Tinus,” kata Kasat Reskrim Polres Batara, AKP Kristanto Situmeang, Sabtu (24/8/2019).

Polisi kemudian langsung mendatangi rumah Tinus. Namun sayang, saat itu ternyata Tinus tidak berada di rumah. Meski demikian, polisi tetap melakukan penggeledahan di rumahnya.

Dari rumah Tinus, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa, printer merk Epson L200, flashdisk yang berisi hasil editan SKCK, SIM BII, surat pengalaman kerja dan lain-lain, hasil print SIM BII, 1 rim kertas HVS kosong dan 1 bendel KTP.

Sementara itu, anggota Unit Buser melakukan pencarian Falentinus di sekitar Desa Hajak dan di Muara Teweh. Namun tidak berhasil ditemukan.

“Tersangka akhirnya menyerahkan diri pada hari Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 08.30 Wib. Tersangka Tinus juga mengakui telah membuat surat palsu atau memalsukan surat. Salah satu surat atau dokumen yang telah dibuat adalah SKCK milik tersangka Embing," jelas Kristanto.

Menurut pengakuan Tinus, imbuh Kristanto, dirinya membuat surat atau dokumen palsu tersebut hanya sendiri, tanpa bantuan orang lain. Surat atau dokumen palsu tersebut dibuat dengan menggunakan software Adobe Photoshop dan dioperasikan di laptop, kemudian di cetak dengan menggunakan printer.

"Surat atau dokumen palsu yang dibuat oleh tersangka Falentinus berupa SKCK, SIM BII, dan surat pengalaman kerja tersebut, menurut keterangan tersangka Falentinus hal itu dilakukannya atas permintaan orang-orang yang akan melamar pekerjaan ke perusahaan tambang batubara yang berada di wilayah Batara," tuturnya.

Lanjutnya, tersangka sudah diamankan di Polres Batara dan pasal yang disangkakan terhadap pelaku yaitu pasal 263 KUHP. (adl/nto)

You Might Also Like