Berkreasi dengan memanfaatkan koran bekas dan daun-daun kering, peserta pawai pembangunan menyita pandangan masyarakat, Minggu (18/8). (BAHRI/KALTENG POS)


Pawai pembangunan Sampit 2018 lalu bertemakan ikon Sampit, ikan jelawat. Tahun ini, peserta bebas berekspresi dan berkreasi tanpa batasan tema seperti tahun lalu. Meski tampak tak seirama, namun kreatifitas menjadi cermin kualitas para peserta.

BAHRI, Sampit

BENDERA start dikibarkan di depan rumah Jabatan Bupati Kotim Jalan A Yani Sampit, menandai pawai pembangunan dimulai. Ribuan peserta dan masyarakat tumpah ruah sepanjang rute Jalan S Parman dan berakhir di Taman Kota.

Pawai pembangunan tahun sebelumnya diikuti 185 peserta. Meningkat. Pada 2019 ini menjadi 277 peserta, terdiri dari 16 kelompok Drum Band, pejalan kaki tingkat pelajar dan mahasiswa sebanyak 89 kelompok, pejalan kaki dari SOPD, lembaga dan umum sebanyak 134 kelompok, 26 kelompok mobil hias, sepeda ontel, dan sepeda hias untuk pelajar SD sebanyak 12 peserta.

Dengan kompak, bendera start diangkat Bupati Kotim H Supian Hadi, Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri, Sekretaris Daerah, Ketua Sementara DPRD, pimpinan FKPD dan SOPD.

"Berbagai macam kreasi baju yang dipakai peserta mulai dari baju dari koran, plastik dan ada satu yang menarik perhatian saya tadi, yakni pakaian dari daun kering dan ini sangat menarik dan semua ini patut dicontoh. Untuk memanfaatkan hal yang biasa menjadi luar biasa," kata Bupati Kotim H Supaian Hadi usai pawai.

Namun, yang sempat membuatnya merasa bingung, tema apa yang diminta oleh panitia kepada para peserta. Karena yang disuguhkan oleh peserta seperti tidak beraturan dan tidak memiliki tema yang jelas seperti tahun sebelumnya, sehingga para peserta menampilkan kreasi sesuka hatinya saja.

"Pawai pembangunan tahun lalu tema yang dipakai adalah Jelawat, sehingga apapun kreasi yang ditampilkan para peserta, ada unsur ikan jelawatnya. Sedangkan tahun ini semua yang ditampilkan tidak beraturan dan terserah apa yang dikehendaki peserta saja, dan saya minta kepada penitia tahun depan harus jelas temanya," pungkasnya. (*/ctk/nto)

You Might Also Like