Ketua DPRD kota Palangka Raya Sigit K Yunianto mengabadikan momen kebersamaan usai mengikuti upacara bendera di halaman Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Sabtu (17/8). (APRIANDO/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Rencana pemidahan ibu kota negara ke Kalimantan yang dinyatakan oleh Presiden Ir Joko Widodo saat Hal tersebut disampaikannya dalam pidato RAPBN dan Nota Keuangan 2020. Namun, Jokowi belum menyebutkan lokasi pasti di Kalimantan yang akan menjadi lokasi ibu kota baru.

"Yakin masalah pindah pasti indah karena kondisi tersebut adalah sebuah kebutuhan bangsa, yang memang harus dilaksanakan. Ini bukan keinginan sekelompok salah atau satu provinsi atau salah satu golongan saja. Ini adalah merupakan kebutuhan bangsa,” kata Politikus PDI Perjuangan, Sigit K.Yunianto, Jumat lalu (16/8)

Sigit berharap pemidahan ibu kota tersebut tentunya memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat karena di samping infrastruktur juga hal-hal lainnya akan berkembang pesat.

Menurutnya, di mana pun lokasi ibu kota ditetapkan nantinya, pastinya presiden mempunyai acuan dan kajian-kajian. “Sehingga yang akan menjadi ibu kota negara nanti jika itu Kalteng maupun kaltim mempunyai kelebihannya tersendiri,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus mempersiapkan diri untuk dapat menyambut ibu kota baru nanti di Kalimantan. Mulai dari menggenjot Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat terus bersaing pada era globalisasi.

Politikus PDI Perjuangan ini menilai, Kalteng merupakan sebuah tempat yang representative untuk menjadi ibu kota negara dan jika memang terpilih nantinya masyarakat harus benar-benar siap sehingga tidak kalah dengan masyarakat pendatang.

"Hal itu kembali lagi refleksi kembali mana daerah yang tepat mana para pendiri bangsa ini di manakah yang harus dilaksanakan oleh para pendiri bangsa ini kita kembalikan ke situ," jelasnya. (ndo/uni)

You Might Also Like