UNJUK RASA : Para pengunjuk rasa membakar patung Perdana Menteri India Narendra Modi saat protes di Lahore, Kamis (16/8) terkait pencabutan status otonomi khusus di Kashmir. Bahkan konflik itu menimbulkan bentrok senjata antara tentara India dengan Pakistan. ARIF ALI/AFP


NEW DELHI - Bentrokan akhirnya terjadi di Kashmir. Angkatan bersenjata Pakistan mengklaim bahwa tiga personelnya tewas dalam baku tembak dengan tentara India di wilayah perbatasan yang dikenal dengan sebutan Line of Control (LOC), Kamis (16/8).

Juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor juga menyebut lima tentara India tewas. "Baku tembak yang terputus-putus berlanjut," tulis Ghafoor seperti dimuat Al Jazeera.

Namun seorang juru bicara militer India membantah pernyataan tersebut. "Tidak ada korban. Pernyataan ini salah," kata juru bicara itu seperti dikutip Reuters.

India mengklaim baku tembak itu bermula ketika Pakistan melanggar gencatan senjata antara kedua negara di LoC yang dijaga ketat. Baku tembak itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan setelah pemerintah India pekan lalu mencabut status otonomi khusus untuk Kashmir.

Keputusan India menghalangi hak negara bagian Jammu dan Kashmir yang mayoritas Muslim untuk membingkai hukumnya sendiri dan memungkinkan orang yang bukan penduduk untuk membeli properti di sana. Saluran telepon, internet dan jaringan televisi telah diblokir dan ada pembatasan pergerakan.

PM Pakistan Imran Khan menyebut India telah melakukan kesalahan fatal terkait Kashmir. Dia pun berjanji akan membela seluruh warga Kashmir dari penindasan.

Pernyataan itu disampaikan Khan saat mengunjungi Azad Kashmir, wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, bersama dengan sejumlah anggota parlemen. Menurut dia, PM India Narendra Modi telah salah langkah karena mencabut status otonomi khusus Kashmir.

"Modi telah melakukan kesalahan strategis. Dia telah memainkan kartu terakhirnya," ujar Khan di Muzzafarabad, ibukota Azad Kashmir, Rabu (14/8).

Khan mengingatkan bahwa keputusan Modi dan Partai Nasionalis-Hindu Bharatiya Janata (BJP) untuk mencabut otonomi khusus dan mengisolasi Kashmir merupakan sebuah kesalahan besar. Sebab dengan pencabutan otonomi khusus tersebut, Modi telah membawa kasus Kashmir ke dunia internasional.

Pernyataan tersebut seperti sengaja dikeluarkan Khan di Kashmir untuk menunjukkan solidaritas. Apalagi hal itu disampaikan tepat di hari kemerdekaan Pakistan.

Lebih lanjut, India diperingatkan untuk tidak menyerang Kashmir yang dikelola oleh Pakistan, Azad Kashmir. Apalagi jika serangan dilancarkan sebatas untuk mengalihkan perhatian dunia dari pelanggaran HAM di Kashmir yang dikelola oleh India pasca isolasi. "Kami telah memutuskan bahwa jika India melakukan segala jenis pelanggaran, kami akan berjuang sampai akhir," tegas Khan. (rmol/jpnn)

 

You Might Also Like