Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya


PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalteng terus berupaya untuk mendorong geliat perekonomian di Kalteng semakin baik. Salah satunya dengan mempersiapkan Bandara Tjilik Riwut sebagai bandara internasional agar Kalteng semakin terbuka dengan berbagai wilayah dan mancanegara.

“Pihak Angkasa Pura juga telah merancang, jika presiden mengumumkan pemindahan ibu kota secara resmi ke Provinsi Kalteng, maka Bandara Tjilik Riwut perlu diperbesar dan runwaynya juga akan diperpanjang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri.

Dengan demikian, lanjut Fahrizal, tentunya bandara tersebut bukan lagi menjadi bandara domestik, tetapi harus menjadi bandara internasional dan menjadi bandara terbesar di ibu kota. “Selain itu pemerintah juga telah menyediakan lahan seluas 20 ribu hektare, untuk mendukung rencana pembangunan bandara baru di Kabupaten Katingan,” jelas Sekda lagi.

Dikatakannya, pemprov juga meminta agar infrastruktur yang telah tersedia di Bandara Tjilik Riwut bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Diharapkan bandar udara yang telah menghabiskan anggaran negara senilai Rp700 miliar dari dana APBN tersebut, bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Kalteng.

Untuk diketahui, terminal baru Bandara Tjilik Riwut memiliki luas 29.124 meter persegi dan dapat melayani hingga 2.200 pengguna jasa penerbangan setiap harinya. Terminal baru tersebut jauh lebih luas dibandingkan dengan terminal sebelumnya, yang luasnya kurang dari 5.000 meter persegi, serta hanya mampu melayani penumpang hingga 600 orang per harinya. (nue/uni/ctk/nto)

You Might Also Like