Ilustrasi. (foto: net)


SAMPIT - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat masih ditemukan sejumlah titik api atau hotspot di daerah itu. Berdasarkan data yang tercatat sejak 5-12 Agustus 2019 mulai pukul 06.00 WIB, ada 92 titik api. Namun dari jumlah tersebut, masih ada 4 titik api yang terpantau Senin (12/8).

Sebaran titik api itu, di Kecamatan Cempaga Hulu 1 titik, Mentawa Baru Ketapang 22 titik, Mentaya Hilir Selatan 10 titik, Mentaya Hilir Utara ada 20 titik, Mentaya Hulu ada 2 titik, Parenggean ada 4 titik, Pulau Hanaut ada 19 titik, Telawang 9 titik dan Teluk Sampit 11 titik.

Kepala BMKG Kotim Nur Setiawan mengatakan sampai Senin (12/8), masih ada 92 titik api. Meski jumlah titik api sebanyak itu, namun kualitas udara masih dalam kategori baik hingga sedang. “Namun dari pantauan BMKG sendiri, masih ada 4 titik api yang terpantau dari yang 92 titik api tersebut. Wilayahnya ada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang 2 lokasi, Mentaya Hilir Utara 1 lokasi dan Cempaga Hulu 1 lokasi,” kata Nur Setiawan kepada Kalteng Pos, Senin (13/8).

Terkait penerbangan masih normal. Sekalipun di pagi hari masih tercium asap. Namun tidak berpengaruh terhadap jarak pandang. Sehingga lalu lintas penerbangan dan darat masih lancar. “Meski kondisi asap saat ini kondisi baik, tetapi jumlah titik api yang terdeteksi tersebut patut diwaspadai. Sehingga yang terkena hotspot di wilayahnya akan lebih aktif dalam melihat kondisi tersebut,” pintanya.

Meski asap masih kurang, tetapi masyarakat agar lebih siaga lagi. “Sebab, saat ini musim kemarau. Diprediksi sampai Oktober 2019 masih terjadi kemarau. Oleh karena itu, bagi wilayahnya yang terpantau hotspot atau titik api bisa mengetahui keberadaan api di wilayahnya masing-masing. Agar lebih cepat lagi dalam penanganannya,” harapnya.

Sementara Kepala Bandara H Asan Sampit Afandi menjelaskan, untuk 3 hari ini tidak ada masalah penerbangan. “Tapi keberadaan asap memang sempat mengganggu penerbangan, terutama pada pagi hari hingga pukul 8 pagi. Apalagi jarak pandang di bawah 100 meter. Namun, satu minggu yang lalu, kondisi penerbangan terutama keberangkatan pagi mengalami kendala. Hal ini disebabkan dengan adanya asap yang menyelimuti Sampit, khususnya pada pagi hari,” ujarnya. (rif/ens/ctk/nto)

You Might Also Like