Anggota Satpol PP Lamandau saat gelar Razia di SMAN 1 Bulik, Senin (12/8)


NANGA BULIK – Pada Senin (12/8) pagi, siswa-siswi SMAN 1 Bulik dikagetkan dengan kedatangan puluhan anggota Satpol PP Lamandau ke sekolah mereka. Ternyata, para anggota Satpol PP itu melakukan razia senjata tajam (sajam) dan barang-barang berbahaya lainnya yang diduga dibawa oleh siswa-siswi di sekolah itu.

Kasatpol PP dan Damkar Lamandau Triadi mengatakan, pihaknya menurunkan 30 anggota guna mengantisipasi terjadinya kenakalan remaja. Juga untuk mencegah kegiatan negatif seperti tawuran pelajar, pergaulan bebas, konsumsi alkohol dan narkoba, serta benda-benda terlarang yang mungkin saja dibawa oleh para siswa ke sekolah.

"Kami mendapat laporan bahwa ada beberapa siswa yang bolos saat jam belajar. Makanya hari ini (kemarin), kami tindaklanjuti dengan menggelar razia di sekolah," tegasnya.

Saat razia, para petugas menyisir setiap sudut ruang kelas. Juga memeriksa tas para siswa, serta bagasi motor milik siswa. Hasilnya, ditemukan  parang, pisau cutter, gunting, rokok, korek, kartu domino hingga ponsel. "Ada 2 parang, 2 pisau cutter, dua gunting, 1 bungkus rokok, 2 korek api, kartu domino serta obat dexamethazone dan 4 handphone," ungkapnya.

Triadi menjelaskan, keterangan para siswa, 2 parang tersebut bukan milik siswa di sekolah itu. Tapi milik siswa terdahulu yang sudah lulus. Sedangkan pisui cutter dan gunting digunakan untuk keperluan tugas belajar.

"Karena kami anggap benda-benda tersebut dapat membahayakan, baik parang, pisau cutter, gunting dan obat yang ditemukan semuanya diamankan, kecuali ponsel, kami serahkan kepada gurunya," akuinya.

Menurut Triadi, pihaknya akan terus melakukan razia serupa di sekolah-sekolah lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi dini atau mencegah kenakalan remaja atau pelajar di wilayah Kabupaten Lamandau. (*cho/ens/ctk/nto)

You Might Also Like