Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri menyerahkan piagam kepada instansi di Pulang Pisau yang telah menyediakan data tepat waktu


PULANG PISAU – Badan Pusat Statistik (BPS) Pulang Pisau (Pulpis) menggelar rapat pembahasan data publikasi kabupaten Pulpis dalam angka 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat lantai dua kantor BPS Pulpis itu dipimpin Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri MA.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten Pulang Pisau. “Kita ingin mewujudkan satu data untuk pembangunan Pulpis yang berkualitas,” kata Yomin yang saat itu didampingi kepala BPS Pulpis Drs Ceptedy, Senin (12/8).

Menurut Yomin, peran data sangat penting dalam pembangunan. Di antaranya untuk perencanaan. Yakni sebagai dasar penyusunan kebijakan rencana pembangunan. Selanjutnya, pengendalian. Yakni sebagai panduan dalam pelaksanaan pembangunan agar sejalan dengan indikator yang telah ditetapkan.

Selain itu, lanjut dia, data juga dapat dijadikan sebagai pengendalian, yakni acuan dalam menentukan batasan-batasan dalam pembangunan. “Terakhir data juga dapat digunakan sebagai evaluasi. Yakni evaluasi hasil capaian pembangunan,” kata dia.

Yomin menjelaskan, satu data itu bertujuan untuk memberikan acuan pelaksanaan dan pedoman bagi instansi pusat dan daerah dalam rangka penyelenggaraan tata kelola data untuk mendorong perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan.

Selanjutnya, mewujudkan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagikan antar-instansi pusat dan daerah sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan

Tujuan lain, lanjut dia, mendorong keterbukaan dan transparansi data. Sehingga tercipta perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan yang berbasis pada data. Terakhir, kata Yomi, untuk mendukung sistem statistik nasional sesuai peraturan perundang-undangan.

“Untuk itu, satu data kita harapkan menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses. Data yang dihasilkan harus memenuhi standar data. Yakni konsep, definisi, kualifikasi, ukuran dan besaran,” tegasnya.

Selanjutnya, kata dia memiliki metadata, yaitu informasi terstruktur yang mendeskripsikan suatu informasi dab mejadikannya mudah ditemukan, digunakan atau dikelola. Selanjutnya, memenuhi kaidah interoperabilitas data dan menggunakan kode referensi atau data induk. (art/abe/ctk/nto)

You Might Also Like