Rumah betang Desa Buntoi merupakan salah satu situs budaya yang dimiliki Kabupaten Pulang Pisau.


PULANG PISAU - Kabupaten Pulang Pisau ternyata banyak menyimpan peninggalan situs bersejarah. Di antaranya Sandung Tamanggung Lawak Sura Jaya Pati, Rumah Betang Desa Buntoi, Sandung Ngabe Bire, situs bersejarah Matal Uning dan kompleks Sandung Panju Panjung.

“Situs bersejarah itu merupakan potensi wisata yang daapat kita gali dan dijadikan objek wisata. Dengan dikelolanya objek wisata itu kita harapkan mampu mengundang wisatawan untuk berkunjung ke Pulang Pisau,” kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pulang Pisau, Sari Mumpung.

Sandung Tamanggung Lawak Sura Jaya berada di Desa Bukit Rawi, Kahayan Tengah. Sandung tersebut didirikan pada tahun 1862 dan pembuatan dilakukan selama tiga bulan di Desa Lewu Rawi.

Mumpung mengungkapkan, pada tahun 1943 sandung itu dipindahkan ke Desa Bukit Rawi, kemudian pada tahun 1993 dipindahkan lagi ke namun tetap di Desa Bukit Rawi.

Selanjutnya, kata dia, rumah betang Buntoi yang berada di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir juga berumur tua. “Rumah betang Buntoi didirikan oleh Datuk Dambung Djala Mael pada 1870,” ungkap Mumpung.

Dia menambahkan, pada tahun 1970, Olek Handuram sebagai pewaris utama menyerahkan bangunan rumah betang itu kepada menteri kebudayaan dan pariwisata untuk dipugar dan dipelihara serta dilestarikan.

“Pemugaran dilakukan tiga kali. Pertama pada tahun 1985, kedua tahun 2004 dan ketiga pada tahun 2011,”paparnya.

Mumpung menjelaskan, rumah itu merupakan salah satu dari beberapa betang yang terdapat di kabupaten Pulang Pisau dan dapat dijangkau melalui pelabuhan feri Mintin dan pelabuhan feri Kalawa dari kota Pulang Pisau dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. (art/ram/ctk/nto)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like