Kepala MTsN 1 Kota Palangka Raya Rita Sukaesih ketika memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pengalamannya kepada peserta didik, baru-baru ini, di halaman sekolah.( HUMAS FOR KALTENG POS)


PALANGKA RAYA – Di sela kesibukannya, Kepala MTsN 1 Kota Palangka Raya Rita Sukaesih, menyempatkan diri untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada ratusan pelajar. Hal itu dilakukannya pada saat kegiatan Jumat beriman dan pentas kreativitas siswa di halaman madrasah tercinta, baru-baru ini.

Dalam sambutannya, ia mengajak peserta didik untuk membangun karakter. Pasalnya, dalam membangun karakter tidak semudah membangun rumah, jembatan, jalan.

“Membangun karakter adalah bentuk hakikat jiwa seseorang yang terus berkelanjutan agar menjadi lebih baik dan mulia, membangun karakter banyak komponen yang harus dilibatkan instusi lembaga pendidikan, orang tua dan masyaraka,” ujarnya.

Dengan keterlibatan seluruh komponen tersebut, maka membangun karakter akan berjalan dengan ideal dengan harapan bersama. “Disiplin diri merupakan hal yang terpenting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter diri seseorang,” tegasnya.

Rita menambahkan membangun karakter (character building) adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga membentuk unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain.

“Ibarat huruf aflabet yang tak pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya (termasuk dengan yang tidak/belum berkarakter atau berkarakter tercela),” ucap Rita.

Kepala madrasah mengutip pernyataan seorang hakim Agung di Amerika, Antonim Scalia menunjukkan dengan tepat bagaimana karakter harus menjadi fondasi bagi kecerdasan dan pengetahuan (brains and learning). Kecerdasan dan pengetahuan (termasuk informas, redi) itu sendiri memang dapat di perjualbelikan.

Masalahnya, ujar Rita, bila orang-orang yang dikenal cerdas dan berpengetahuan tidak menunjukkan karakter terpuji, maka tak diragukan lagi bahwa dunia akan menjadi lebih dan semakin buruk. “Dengan kata lain knowledge is power akan menjadi lebih sempurna jika dipadukan dengan karakter individu yang paripurna,” tambahnya.

Hal ini lah, dikatakan Rita, yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. “Untuk bangkit dan menciptakan sumber daya manusia ke depan yang lebih baik,”ucapnya.(hms/ila/CTK)

You Might Also Like