Ilustrasi. (foto: net)


JAKARTA – Bank Indonesia (BI) akhirnya menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 poin menjadi 5,75 persen pada 18 April 2019. Padahal Wapres Jusuf Kalla (JK) mengharapkan bunga acuan bisa lebih rendah lagi.

Ekonom Instititute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira sependapat dengan JK. Penurunan suku bunga acuan palig rendah hingga menyentuh di anka 5,25 persen.

‘Pemangkasan masih bisa dua kali kali hingga akhir tahun atau masih bisa 25-50 bps (bais point) lagi. Atau idealnya sekitar 5,25 hingga 5,5 persen,” kata Bhima kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (28/7).

Adapun kata Bhima keuntungan yang akan dinikmati dari pemangkasan bunga acuan ini adalah properti, kendaran bermotor, ritel, konstruksi dan manufaktur. Keuntungan yang dinikmati bagi beberapa sektor itu hanya dalam jangan menengah.

Lanjut Bhima, beberapa sektor itu baru akan merasakan dampaknya dalam kurun waktu 2 hingga 3 bulan ke depan. Bahkan, bisa lebih signifikan jika BI kembali menurunkan suku bunga acuannya sampai 25-50 bps.

“Ada dua dampak, pertama, investor akan memindahkan dana dari surat utang dan deposito ke sektor lain seperti saham dan investasi. Dan kedua, pelaku usaha akan mengambil pendanaan modal kerja ataupun kredit investasi menjadi semakin besar,” tutur dia.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, penurunan suku bunga acuan akan memberikan dampak yang positif bagi pasar. Untuk itu dia berharap BI masih bisa kembali menurunkan suku bunga ke depannya.

Mantan direktur pelaksana bank dunia itu menilai kenaikan suku bunga selama ini ikut andil dalam sektor perbankan di mana embuat investasi menjadi kurang bergairah.

“Dengan penurunan suku bungan acuan ini diharapkan laju investasi di semester II ini akan naik,” ucap dia di Jakarta, Senin (22/7) lalu.

Sebagaimana diketahui, BI kembali menurunkan suku bunga acuan di kuartal II 2019. Penurunan suku bunga tersebut diharapkan memberikan keuntungan bagi sejumlah sektor seperti perbankan dan properti. BI memastikan, penurunan suku bunga akan masih terus berlanjut. “Penurunan suku bunga masih akan terbuka,” kata Gubernur BI, Perry Warjoyo.(din/fin/kpc)

12

Editor :
Reporter :