Sejumlah tokoh adat Dayak Kalteng merasa yakin dan menyatakan sikap mendukung pemindahan ibu kota. Kegiatan itu dilaksanakan di Tugu Soekarno, Palangka Raya, Kamis siang (25/7). (DENAR/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Masyarakat Dayak mendeklarasikan dukungan terhadap pemindahan ibu kota pemerintahan Indonesia ke Kalteng. Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Andrie Elia Embang dan sejumlah tokoh Dayak, bersepakat dan menyatakan sikap mendukung pemindahan ibu kota. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Tugu Soekarno, Palangka Raya, Kamis (25/7).

Dalam kesempatan itu, Andrie menegaskan bahwa masyarakat Dayak menerima dengan sepenuh hati, selapang-lapangnya, baik lahir maupun batin. Dengan catatan, jika sudah waktunya tiba dan Presiden Joko Widodo menetapkan pemindahan ibu kota negara ke Kalteng, masyarakat Dayak minta untuk diperhatikan dalam segala aspek kehidupan.

“Ini adalah bentuk dukungan kami. Sebagai masyarakat Dayak, kami menerima dengan lapang dada,” kata Andrie saat diwawancarai usai deklarasi, kemarin.

Diungkapkannya, mengenai kajian-kajian sosiologi, geomorfologi, teknis kelayakan, dan keamanan, pihaknya berkeyakinan bahwa tanah Borneo layak untuk menjadi lokasi sebuah ibu kota. Selain itu, Kalteng juga merupakan salah satu daerah yang memiliki kelebihan yang dianugerahkan Tuhan, karena tidak pernah ada bencana, dan memiliki lahan yang masih luas sebagai cadangan wilayah ibu kota untuk puluhan hingga ratusan tahun ke depan.

“Tidak akan ada masalah dan tidak akan ada penolakan dari masyarakat Dayak,” ungkapnya kepada media.

Pihaknya juga menegaskan, apabila Kalteng ditunjuk sebagai lokasi ibu kota yang baru, maka pihaknya mengharapkan perlindungan dan perhatian terhadap masyarakat Dayak tetap diprioritaskan pemerintah. Saat ini, lanjut dia, sudah ada lembaga adat dari provinsi hingga desa-desa yang bertujuan mengayomi masyarakat Dayak.

“Lembaga ini nantinya akan berperan untuk menerima aspirasi dan mengayomi masyarakat Dayak. Mereka (lembaga adat, red) harus mampu berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah dan seluruh lembaga yang ada,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menegaskan bahwa berpindahnya ibu kota negara ke Kalteng tidak akan mengancam keberadaan masyarakat Dayak. Sebaliknya, berpindahnya ibu kota akan membawa masyarakat Dayak ke dalam bingkai NKRI yang lebih kukuh dan kuat.

“Masyarakat Dayak harus diberdayakan pada sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan aspek-aspek lainnya,” pungkasnya. (abw/ce/abe)

You Might Also Like