Ketua Wantimpres Prof Sri Adiningsih (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Sekda Fahrizal Fitri saat pertemuan di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, kemarin (22/7). (EMMANUEL LIU/KALTENG POS)


Selama 2019 ini, kunjungan pejabat pusat ke Bumi Tambun Bungai tak terhitung. Presiden RI Joko Widodo telah dua kali melakukan lawatannnya. Terakhir secara khusus bermalam di Kota Palangka Raya, sebelum bertolak melihat lokasi calon ibu kota negara. Selain presiden, ada pun pejabat setingkat deputi dan menteri. Terbaru, Kalteng menerima kedatangan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Sri Adiningsih.  

EMANUEL LIU, Palangka Raya

DALAM kunjungannya ke Kalteng, Prof Sri Adiningsih disambut Sekda Kalteng Fahrizal Fitri. Pertemuan kali ini membahas khusus terkait sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi di era digital. Kegiatan dilaksanakan di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (22/7).  

Pada kesempatan itu, Prof Sri Adiningsih mengutarakan soal arus globalisasi yang ditandai perkembangan teknologi yang semakin canggih dan telah merambah seluruh dunia, termasuk Kalteng. Oleh karena itu, generasi milenial dituntut bisa menguasai dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Akses internet saat ini sudah bisa dinikmati dengan sangat mudah di seluruh pelosok negeri. Bahkan daerah pegunungan dan desa terpencil.

“Saat ini kita telah memasuki zaman baru, era evolusi baru yang mengedepankan soal kecepatan,  berpacu dengan kecepatan yang luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof Sri Adiningsih mengungkapkan kekagumannya akan Kalteng yang memiliki wilayah sangat luas, kaya akan potensi SDA, SDM, serta wisata, dan merupakan kawasan yang memiliki penduduk berkembang.

“Apalagi menjadi salah satu calon ibu kota pemerintahan ke depan. Banyak yang bisa dikembangkan. Kaum milenialnya sudah mulai melek akan teknologi digital dalam menjual produk Kalteng atau tujuan wisata, serta memanfaatkan kemampuan berkreasi untuk memajukan ekonomi Kalteng,” ungkapnya.

Dengan mengembangkan budaya dan potensi lainnya, diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik.

Berbagai kunjungan lapangan akan kami gunakan sebagai masukan untuk disampaikan kepada presiden, terkait dengan tugas dan kewenangan yang perlu diselesaikan.

“Kami lakukan kunjung ke BLK, SMK, starup, dan wifi corner, yang tanpa disadari selama ini sudah mulai bertumbuh dan berkembang di Kota Cantik Palangka Raya dan sekitarnya,” terangnya.

Generasi milenial yang ada di sini tampaknya sudah mulai melek dengan digital, serta memiliki semangat untuk mengembangkan potensi demi kemajuan daerah.

Karena itu, tantangan bagi generasi  di luar generasi milineal adalah harus belajar dan tak malu bertanya kepada generasi milenial. Dengan demikian, kemajuan perkembangan teknologi dapat diimbangi agar tidak disalahgunakan, dibodohi, dan sebagainya.

Pemerintah pusat tentunya memiliki inisiatif dan mendukung hal-hal seperti ini. Karena itu, diharapkan masyarakat juga proaktif. Segala sarana, fasilitas, maupun bantuan yang diberikan ke depannya, semestinya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kalteng.

Sebagai calah satu calon ibu kota, Palangka Raya dinilai lebih siap dalam segi transformasi digital. Apabila nantinya terpilih sebagai ibu kota negara, maka sektor teknologi digital sudah sangat mendukung dan dianggap tidak ketinggalan.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng H Fahrizal Fitri mengungkapkan, yang dapat dimanfaatkan secara optimal adalah keberadaan UMKM. Para pelaku UMKM yang tengah merintis jalan melalui sosialisasi, diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan produk.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mengenalkan kita terhadap produk digital untuk pengembangan perekonomian Kalteng,” ungkapnya.

Dikatakan sekda, masyarakat Kalteng harus mampu beradaptasi dan mengikuti arus perkembangan zaman. Pada  satu sisi, kehadiran teknologi digital pada dunia usaha akan berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja, tapi di sisi lain akan meningkatkan lowongan pekerjaan di tempat lain melalui usaha-usaha yang dimanfaatkan.

“Kami sudah membahas soal kesiapan infrastruktur telekomunikasi, dan akan lebih mengoptimalkan pada penyediaan infrastruktur,” jelasnya.

Dengan melihat berbagai persoalan saat ini yang berkaitan dengan perekonomian, Pemerintah Provinsi Kalteng berkewajiban untuk berkontribusi dalam kunjungan kerja dewan pertimbangan presiden. Dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berkarya, mandiri, berpikir kreatif, dan mampu memanfaatkan potensi-potensi lokal, serta mampu melakukan modernisasi proses produksi melalui pemanfaatan teknologi. Dengan cara itu, maka setiap usaha masyarakat akan menjadi Iebih efisien dan kompetitif. (*/ce/ala) 

Loading...

You Might Also Like