Bupati Seruyan Yulhaidir


KUALA PEMBUANGBupati Seruyan, Yulhaidir mengingatkan agar semua pihak jangan ada yang menggunakan rumah ibadah sebagai sarana kampanye. Pasalnya, saat ini telah memasuki masa-masa menjelang Pemilu Serentak 2019.

"Saya  kembali ingatkan agar tidak memanfaatkan rumah ibadah apa pun sebagai tempat berkampanye. Saya minta kepada aparat terkait, kalau memang ada yang ketahuan berkampanye di rumah ibadah seperti masjid, gereja dan lainnya, agar dihentikan saja," tegas Yulhaidir.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas seiring dengan semakin mendekatnya Pemilu 2019. Yulhaidir berpesan masyarakat agar bijak bermedia sosial serta jangan mudah terprovokasi oleh hoaks.  Sebab pada masa kampanye sangat rentan terjadi gesekan dan konflik yang beresiko menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Namun demikian, Yulhaidir juga meyakini masyarakat Kabupaten Seruyan sudah semakin dewasa dan menganggap perbedaan pada saat pemilu adalah hal yang wajar. Sehingga potensi konflik bisa diminimalisir mulai dari tingkat masyarakat sendiri.

“Peredaran informasi palsu atau hoaks ini memang biasa marak terjadi menjelang pemilu, khususnya melalui berbagai media sosial yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ini harus diminimalisir, melalui berbagai upaya dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, instansi terkait serta pemangku kepentingan lainnya," pungkas Yulhaidir. (yad/nto)

You Might Also Like